Media Asuransi, JAKARTA — PT Cemindo Gemilang Tbk lewat brand Semen Merah Putih menegaskan bahwa agenda keberlanjutan kini menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan untuk menjaga daya saing industri material konstruksi, di tengah tekanan pasar, oversupply industri, serta meningkatnya tuntutan efisiensi dan regulasi lingkungan.

Semen Merah Putih memilih pendekatan sistemik dengan memperkuat praktik berkelanjutan sebagai fondasi bisnis ke depan, melalui efisiensi energi, optimalisasi proses produksi dan logistik, serta pengembangan portofolio green cement yang relevan dengan kebutuhan pasar dan arah kebijakan pembangunan nasional.
|Baca juga: Semen Merah Putih Kembangkan Inovasi Solusi Penyerap Emisi Karbon
Semen Merah Putih mampu mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan sekitar 4,2 persen di relevant area tahun 2025. Di mana secara nasional, industri semen masih menghadapi perlambatan permintaan. Sepanjang 2024 hingga 2025, volume penjualan domestik tercatat menurun sekitar 1,5 persen, dengan total penjualan domestik turun dari sekitar 64,95 juta ton pada 2024 menjadi 63,85 juta ton pada 2025.
Sepanjang periode 2016–2024, Semen Merah Putih telah menurunkan intensitas emisi karbon sekitar 21 persen per ton semen, seiring penerapan efisiensi energi, optimasi premix yang menurunkan kebutuhan energi hingga 3 kWh per ton klinker, serta pemanfaatan bahan baku alternatif seperti fly ash lokal.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
