Media Asuransi, JAKARTA – Saat ini prosedur LASIK mata semakin populer sebagai solusi untuk memperbaiki kualitas penglihatan pada penderita rabun jauh dan astigmatisme. Banyak orang memilih LASIK karena hasilnya yang cepat terasa dan memberikan kebebasan dari penggunaan kacamata maupun lensa kontak.
“Meskipun populer, masih ada banyak orang yang belum memahami apa itu LASIK, bagaimana prosedurnya dilakukan, hingga siapa saja yang sebenarnya bisa menjalaninya,” kata Marsha Rayfa Pintary, dokter spesialis mata dari KMN EyeCare Jakarta, dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu, 18 Januari 2026.
Marsha menyarankan, jika Anda sedang mempertimbangkan untuk melakukan LASIK, ada baiknya memahami beberapa hal penting berikut ini.
LASIK Mata: Solusi untuk Memperbaiki Kualitas Penglihatan
LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) merupakan prosedur medis yang menggunakan teknologi laser untuk memperbaiki kelainan refraksi pada mata. Dengan teknologi ini, bentuk kornea dikoreksi sehingga cahaya dapat masuk ke mata dengan fokus yang tepat pada retina. Hasilnya, penglihatan menjadi lebih jernih tanpa bantuan kacamata atau lensa kontak.
|Baca juga:Glaukoma, Penyakit Mata yang Patut Diwaspadai
Tidak hanya populer di dunia internasional, LASIK juga telah lama tersedia di Indonesia dan menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin memiliki kualitas penglihatan yang lebih baik dengan cara yang modern, cepat, dan relatif aman.
Jika dibandingkan dengan metode koreksi penglihatan lainnya, seperti penggunaan kacamata, lensa kontak, atau prosedur bedah refraktif lain, LASIK memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya adalah proses tindakan yang singkat, umumnya hanya memakan waktu sekitar 10-15 menit untuk kedua mata. Selain itu, hasil perbaikannya bisa langsung dirasakan dalam hitungan jam hingga hari setelah prosedur selesai.
LASIK juga memberikan kenyamanan lebih karena pasien tidak lagi perlu bergantung pada alat bantu penglihatan. Bagi mereka yang aktif berolahraga atau memiliki mobilitas tinggi, LASIK menjadi pilihan yang praktis untuk meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.
Syarat Kandidat LASIK
Sayangnya tidak semua orang dapat menjalani prosedur LASIK. Ada persyaratan medis tertentu yang harus dipenuhi agar tindakan ini aman dilakukan. Beberapa syarat dasar yang harus dimiliki seorang kandidat LASIK antara lain:
- Berusia 18 tahun ke atas saat menjalani prosedur bedah
- Memiliki penglihatan yang stabil
- Kondisi mata yang sehat, dibuktikan dengan beberapa pemeriksaan
- Tidak sedang hamil atau menyusui, serta tidak memiliki penyakit sistemik seperti diabetes yang dapat mengganggu proses penyembuhan.
|Baca juga: Perbedaan LASIK dengan Metode Koreksi Penglihatan Lainnya
Selain itu, penggunaan lensa kontak juga perlu dihentikan sebelum prosedur LASIK dilakukan. Pengguna softlens harus melepaskannya minimal dua minggu sebelumnya, sedangkan hardlens dilepas tiga minggu sebelumnya. Hal ini penting dilakukan agar bentuk kornea kembali normal sehingga hasil pemeriksaan pra-LASIK lebih akurat.
Apabila Anda tidak memenuhi persyaratan tersebut, dokter mata tidak akan melanjutkan rencana LASIK. “Ini menegaskan bahwa keamanan dan kesehatan mata pasien selalu menjadi prioritas utama,” tutur Marsha.
Pemeriksaan Pra-LASIK
Jika Anda dinilai sebagai kandidat LASIK yang sesuai, langkah berikutnya adalah menjalani pemeriksaan pra-LASIK. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi mata Anda benar-benar siap menjalani tindakan.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan meliputi: pemeriksaan refraksi untuk mengetahui kelainan penglihatan. Kemudian pengukuran tekanan bola mata (tekanan intraokular), serta topografi untuk memetakan bentuk kornea.
|Baca juga: Cari Dokter Spesialis Mata Terbaik, Pilih yang Berpengalaman
Selain itu, dokter juga akan memeriksa produksi air mata, ketebalan kornea, dan melakukan pemeriksaan dengan specular microscope untuk melihat kondisi sel-sel pada kornea. Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan fisik mata menyeluruh juga menjadi bagian penting dari proses ini.
Menurut Marsha, serangkaian pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menjamin bahwa prosedur LASIK yang akan dilakukan aman, efektif, dan sesuai dengan kondisi mata pasien.
Prosedur LASIK
LASIK merupakan prosedur modern yang dilakukan dengan teknologi laser tanpa menggunakan pisau bedah. Proses ini berlangsung cepat, biasanya hanya sekitar 10-15 menit untuk kedua mata, dan pasien tidak merasakan sakit karena hanya diberikan anestesi berupa tetes mata.
Secara umum, tahapan LASIK terdiri dari tiga langkah utama berikut ini:
- Pemetaan Kornea secara 3D (3D Corneal Mapping)
Tahap pertama adalah melakukan pemetaan kornea dengan teknologi 3D Corneal Mapping. Pada tahap ini, dokter menggunakan analisis muka gelombang (wavefront) untuk mendapatkan gambaran visual mata secara detail.
|Baca juga:Inilah Langkah Persiapan Operasi LASIK dengan Teknologi Terkini
Setiap mata manusia unik, layaknya sidik jari atau DNA, sehingga diperlukan pemetaan yang sangat akurat untuk memastikan hasil koreksi sesuai kebutuhan tiap pasien.
Analisis muka gelombang bekerja dengan membandingkan cahaya yang melewati mata pasien dengan pola cahaya dari mata yang sempurna. Dari hasil tersebut, dokter mendapatkan peta visual 3D dengan definisi tinggi, yang kemudian menjadi dasar dalam menentukan penyesuaian koreksi terbaik untuk mata Anda.
- Penciptaan Flap Personal
Setelah pemetaan selesai, tahap berikutnya adalah membuat flap, yaitu lapisan jaringan tipis pada permukaan kornea. Flap ini dilipat kembali untuk membuka jalan menuju lapisan dalam kornea yang akan dibentuk ulang.
Proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati menggunakan teknologi laser canggih, sehingga lebih aman, presisi, dan minim risiko.
- Koreksi Penglihatan Personal
Tahap terakhir adalah koreksi penglihatan itu sendiri. Dokter akan menggunakan Laser Excimer untuk membentuk kembali kornea sesuai dengan informasi dari analisis wavefront yang unik pada setiap mata.
Dengan penyesuaian ini, cahaya dapat masuk dan difokuskan dengan tepat ke retina sehingga penglihatan menjadi lebih jelas.
Setelah proses pembentukan selesai, flap yang telah dibuat sebelumnya dikembalikan ke posisi semula. Flap akan menempel kembali secara alami pada lapisan kornea tanpa perlu jahitan. Pada titik ini, prosedur LASIK telah selesai dilakukan.
|Baca juga: Tips Memilih Dokter Mata Anak Sesuai dengan Kebutuhan
Pasca-LASIK: Proses Penyembuhan
Setelah prosedur selesai, pasien biasanya dapat kembali ke rumah pada hari yang sama. Proses pemulihan LASIK umumnya cepat, bahkan banyak pasien sudah dapat merasakan penglihatan lebih jelas dalam hitungan jam. Meskipun demikian, dokter biasanya menyarankan pasien untuk beristirahat dan tidak mengucek mata selama beberapa hari pertama.
Dalam beberapa minggu, penglihatan akan terus stabil. Selama masa ini, pasien mungkin akan diberi obat tetes mata khusus untuk menjaga kelembapan dan mencegah infeksi. Kontrol rutin ke dokter mata sangat penting untuk memantau kondisi mata hingga benar-benar pulih.
Efek Samping LASIK
Seperti prosedur medis pada umumnya, LASIK juga memiliki kemungkinan efek samping. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa seperti ada butiran kecil di mata, mata kering, silau, atau penglihatan yang sedikit berubah-ubah.
“Efek ini biasanya hanya bersifat sementara dan akan hilang setelah beberapa minggu hingga bulan,” jelas Marsha. Dia tambahkan, dokter akan memberikan panduan lengkap untuk mengatasi ketidaknyamanan ini sehingga pasien tetap merasa aman selama masa pemulihan.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
