Media Asuransi, JAKARTA – Kondisi kesehatan perlu mendapat perhatian pada periode pasca-lebaran. Perubahan pola makan, jam tidur, dan aktivitas selama Ramadan dan lebaran yang identik dengan jamuan bersama keluarga dan konsumsi makanan berlebih, dapat berdampak pada kondisi tubuh.
Peningkatan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak selama libur panjang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Sebagian orang dapat mengalami kenaikan berat badan, sementara yang lain meskipun berat badan stabil, tetap berisiko mengalami peningkatan kadar kolesterol, gula darah, serta tekanan darah.
|Baca juga: Inilah 12 Penyebab Gula Darah Tinggi dan Cara Mengatasinya
Spesialis Gizi Klinik RSPI – Pondok Indah, Juwalita, menekankan pentingnya prinsip “Know Your Numbers” yang dapat dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan rutin, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh.
“Seseorang dapat saja merasa sehat secara fisik. Namun, indikator kesehatannya belum tentu optimal. Bahkan, dapat mengalami gangguan metabolik. Deteksi dini melalui pemeriksaan berkala merupakan langkah preventif yang lebih cerdas dibandingkan pengobatan jangka panjang,” jelas Juwalita dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat, 3 April 2026.
|Baca juga: Kenali Gejala Diabetes Tipe 2 pada Anak Muda
Data Profil Kesehatan Indonesia 2025 dari Kemenkes RI menunjukkan bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas semakin meningkat pada kelompok usia muda, di rentang usia 16-30 tahun. Peningkatan ini dipicu pola konsumsi dan gaya hidup yang tidak sehat, termasuk rendahnya aktivitas fisik pada era digital.
Peningkatan tren penyakit pada usia muda adalah peringatan bahwa risiko kesehatan dapat muncul lebih dini. Pasca-lebaran dapat dimanfaatkan untuk kembali membangun pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Editor; S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
