1
1

Tenaga Pemasar Muda Jadi Andalan Perusahaan Asuransi

Agen asuransi dapat menjadi pilihan profesi bagi generasi milenial dan gen Z. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Di era digital yang terus meningkat, perusahaan asuransi mengajak anak muda masuk ke industri asuransi sebagai tenaga pemasar. Profesi ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi generasi milenial dan gen Z, karena mampu menggabungkan antara gaya hidup dan masa depan.

Perusahaan asuransi masih menjadikan agen sebagai kanal distribusi utama dalam menjaring nasabah. Tenaga pemasar dinilai tetap penting karena dapat menyampaikan secara komprehensif produk asuransi yang memerlukan penjelasan mendalam. Kehadiran agen milenial maupun gen Z memungkinkan perusahaan menjangkau nasabah muda dari kelompok usia yang sama.

Ketertarikan anak muda sebagai tenaga pemasar asuransi dibuktikan oleh Allianz Indonesia, yang membawahi Allianz Life Indonesia, Allianz Life Syariah Indonesia, dan Allianz Utama Indonesia. Perusahaan asuransi multinasional ini memiliki agen muda sekitar 80 persen dari total 40 ribu tenaga pemasarnya.

Allianz Indonesia memberi nama tenaga pemasarnya adalah Allianz Star Network (ASN), yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air. Peran ASN sebagai salah satu motor pertumbuhan Allianz Indonesia yang telah berjalan selama 15 tahun.

“ASN saat ini didukung oleh lebih dari 40.000 business partner, sekitar 80 persen di antaranya generasi milenial dan Gen-Z. ASN merupakan kanal distribusi utama bagi Allianz Indonesia selain bancassurance,” kata Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia, Himawan Purnama, dalam acara kickoff perusahaan pada Januari 2026.

Menurut Himawan, hingga kuartal III/2025, Allianz Indonesia menduduki peringkat kedua di industri asuransi jiwa dan kesehatan, dengan APE (annual premium equivalent ) dari kanal distribusi keagenan sebesar Rp1,8 triliun, tumbuh 3,3 persen year on year (yoy), dan pangsa pasar 24,7 persen.

Himawan mengatakan bahwa business partner memiliki peran signifikan, bukan sekadar soal bisnis, melainkan panggilan mulia untuk membantu keluarga Indonesia merencanakan dan melindungi masa depannya.

“Dengan pengembangan profesional yang berkesinambungan dan pemanfaatan digitalisasi yang tepat guna, business partner Allianz siap menghadirkan advisori yang relevan dan membangun kepercayaan nasabah secara konsisten,” tegas Himawan.

Dia katakan, Allianz Indonesia menyongsong 2026 dengan optimisme. Prioritasnya melindungi lebih banyak masyarakat, meningkatkan pengalaman nasabah, dan memperkuat peran tenaga pemasar sebagai jembatan perlindungan masa depan masyarakat.

Potensi besar anak muda sebagai tenaga pemasar asuransi juga dilirik oleh PT Prudential Life Assurance dan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah). Kedua perusahaan ini melihat besarnya peluang besar generasi muda masuk ke industri asuransi. NextGen Fest dijadikan sebagai ajang untuk menggaet partisipasi gen Z dan milenial.

NextGen Fest dimaksudkan sebagai strategi baru perusahaan untuk mengembangkan jaringan distribusi keagenan, khususnya di kalangan anak muda. Hasil riset Prudential menunjukkan bahwa anak-anak muda tetap memilih untuk bertemu dengan tenaga pemasar sebelum membeli produk asuransi, terutama agen yang seusia.

“Melalui NextGen Fest 2025, Prudential menyediakan wadah bagi generasi ini untuk mengasah potensi dan membentuk karakter sebagai pengusaha muda yang cerdas secara finansial, visioner, dan berdaya saing global,” ujar Chief Agency Officer Prudential Indonesia, Rusli Chan.

Chief Sharia Agency Officer Prudential Syariah, Azrul Namizan, menambahkan bahwa antusiasme anak muda di NextGen Fest 2025 luar biasa. Mereka datang dengan semangat untuk belajar, berkembang, dan menemukan jati diri sebagai calon pengusaha muda, sekaligus menerapkan nilai syariah dalam meraih peluang income tanpa batas.

“Dalam kesempatan ini, generasi muda juga dapat memperluas networking yang akan membantu mereka meraih tujuan dalam mengembangkan bisnis yang berkelanjutan. Kami percaya semangat ini, dipadukan dengan nilai dan integritas yang kuat, akan menjadi bekal penting untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik,” katanya.

 

Peluang Terbuka
Tenaga pemasar asuransi senior Milliana Marten menyampaikan bahwa saat ini gen Z sudah banyak yang masuk ke industri asuransi dengan rentang usia 18-25 tahun. Beberapa kelompok Gen Z yang masuk ke industri asuransi adalah second generation, karena orang tuanya sudah berada di industri asuransi dan menikmati kesuksesan sehingga mereka pun mau terjun ke dalamnya.

“Selain itu, lanjutnya, kondisi mencari kerja saat ini buat Gen Z (yang baru lulus kuliah atau lulus kuliah masih dibawah 5 tahun) sangat sulit sehingga lebih lebih terbuka peluang mencoba ke industri asuransi dengan prinsip sebagai side hustle,” jelasnya kepada Media Asuransi.

Side hustle merupakan suatu pekerjaan tambahan yang seseorang miliki selain pekerjaan utamanya untuk tujuan tertentu, seperti menggeluti passion atau menambah penghasilan. Side hustle merupakan cara bagus untuk meningkatkan pendapatan, karena kegiatan ini juga akan memungkinkan untuk mengeksplor berbagai ide di luar fokus bidang pekerjaan utama.

“Gen Z memiliki ciri-ciri menyukai kebebasan waktu, ingin memberikan dampak maka industri asuransi memberikan kedua hal tersebut,” papar Miliana yang juga merupakan perencana keuangan ini.

Motivasi generasi milenial atau Gen Z berminat menjadi tenaga pemasar, menurut Miliana karena ingin meng-explore peluang bisnis, suka dengan konsep side hustle karena mereka tidak terikat dengan satu pekerjaan. Sekalipun bergabung di perusahaan asuransi, mereka tetap bisa melakukan pekerjaan atau usaha lain.

“Kebebasan waktu yang ada di industri asuransi membuat mereka bisa melakukan pekerjaan ini dengan fleksibel waktu. (Work from anywhere) karena digitalisasi di asuransi membuat mereka bisa bertemu calon nasabah via zoom, bisa ikut traninig dari video YouTube atau dari webinar dan kesempatan jalanjalan keluar negeri,” tegasnya.

Apalagi adanya teknologi akan mempercepat pekerjaan agen asuransi dalam melayani nasabah, lebih efisien, lebih terlihat professional karena kemana-mana kerjanya di iPad waktu presentasi.

Namun, Miliana mengatakan bahwa masih banyak keengganan anak muda sebagai pemasar asuransi karena industri asuransi tidak memberikan hasil yang instan. “Butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan hasil, sedangkan Gen Z adalah kelompok usia yang ingin hasil instan alias ingin sukses secara instan kalau bisa dalam kurun waktu tiga bulan sudah dapat puluhan juta,” ujarnya.

Miliana menyarankan kepada generasi milenial maupun Gen Z untuk mencoba sebagai tenaga pemasar asuransi setidaknya 6-12 bulan. “Ketika ditekuni secara serius, industri ini akan memberikan income, skill yang lebih, network, skill dasar seperti entrepreneurship skill, leadership skill, communication skill, presentation skill itu akan jadi bekal buat di masa depan apapun industri yang Anda geluti,” terang perempuan yang juga aktif sebagai mentor MDRT (Million Dollar Round Table) ini.

Hal inilah yang dirasakan oleh Christiani (23), salah seorang milenial yang sudah merasakan kenyamanan sebagai tenaga pemasar asuransi jiwa di salah satu perusahaan asuransi multinasional.

Sudah empat tahun dia menjalani profesi ini, dari saat masih kuliah dan berlanjut hingga sekarang. Bahkan, Christiani sudah pernah mendapat reward jalan-jalan ke luar negeri atas pencapaian kinerjanya. Menurutnya, sebagai anak muda zaman sekarang, mindset-nya harus diubah. Dia menyatakan anak muda harus dapat menjaga diri sendiri dan merencanakan masa depan sedini mungkin.

“Suka dan duka sebagai agen asuransi tentu ada. Sukanya adalah kita dapat bekerja sesuai waktu kita dan bekerjanya tidak dipatok waktu seperti bekerja di kantoran. Dapat menghasilkan uang sesuai yang kita mau, bahkan bisa ada bonus bisa jalan-jalan hingga ke luar negeri kalau mencapai target,” ujarnya.

Sementara, untuk dukanya, lanjut dia, kalau tidak dapat mencapai target dan ditolak calon nasabah. “Tetapi, itu menjadi tantangan dan pemacu kita untuk lebih bersemangat mencari nasabah dengan memberikan edukasi lebih mendalam lagi mengenai pentingnya memiliki asuransi,” tegasnya.

Ini tentu kesempatan baik bagi generasi milenial, dengan menjadi tenaga pemasar asuransi dapat membangun membangun karier yang fleksibel dan mandiri sekaligus
memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produk asuransi.

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post SGC luncurkan Program Digital Literacy Training for Teachers
Next Post BCA (BBCA) Tawarkan Program KPR Fix Berjenjang yang Runtuhkan Mitos Gen Z Susah Punya Rumah

Member Login

or