Seperti yang pernah diperkirakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), unitlink atau Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) akan mencapai titik keseimbangan baru setelah diberlakukannya Surat Edaran OJK No. 5/2022 yang mengatur tentang PAYDI dan POJK No.22/2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.
Jika di masa lalu, misalnya sebelum Pandemi Covid-19, premi dari unitlink mendominasi total premi asuransi jiwa, saat ini kondisinya terbalik. Data yang dihimpun Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan bahwa porsi premi unitlink pada 2024 sekitar 28 persen dari total premi asuransi jiwa. Sementara pada 2025 porsinya turun lagi menjadi sekitar 22-23 persen dari total premi industri.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa saat ini penyesuaian unitlink masih berlangsung, baik dari sisi desain produk, pengelolaan investasi, maupun perilaku pemegang polis. Di sisi lain, produk tradisional termasuk endowment dinilai lebih stabil, seiring meningkatnya minat nasabah terhadap produk dengan manfaat yang lebih pasti.
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, saat ini sebagian masyarakat ingin satu kepastian. Menurutnya, unitlink satu produk yang cukup bagus, fleksibel, tapi ada risiko yang harus ditanggung oleh masyarakat. Terjadi pergeseran di masyarakat yang membawa konsekuensi pada terciptanya keseimbangan baru. Jika sebelum terbitnya SEOJK premi unitlink menguasai 60 persen dari total premi, saat ini berganti komposisinya dengan menjadi lebih besar premi asuransi tradisional.
Di sisi lain, dalam dua tahun terakhir ini perkembangan return investasi dari produk-produk unitlink yang telah dipasarkan, terlihat cukup bagus. Terkait dengan hal itu, Media Asuransi pada tahun ini menyelenggarakan Unitlink Award 2026 guna memberikan penghargaan kepada produkproduk unitlink yang mencatatkan performa hasil investasi (return) terbaik.
Rapat Redaksi di Media Asuransi juga sepakat untuk mengangkat tema Cover Story edisi Maret 2026 bertajuk “Titik Keseimbangan Baru Unitlink dalam Bisnis Asuransi Jiwa di Tanah Air”. Dalam Cover Story ini, kami juga menyajikan hasil pemeringkatan unitlink dengan return investasi terbaik sepanjang periode 2024-2025 yang nantinya akan mendapat penghargaan dalam ajang Unitlink Award 2026 Media Asuransi.
Cover Story edisi Maret ini terdiri dari 10 materi yang merupakan satu kesatuan. Pertama, Setelah Era Keemasan, ke Mana Arah Bisnis Unitlink? Kedua, Kinerja Unitlink Saham Konvensional dan Syariah Berdenominasi Rupiah dan Dolar. Ketiga, Kinerja Unitlink Pendapatan Tetap Konvensional dan Syariah Berdenominasi Rupiah dan Dolar.
Keempat, Kinerja Pertumbuhan Unitlink Campuran Konvensional dan Syariah Berdenominasi Rupiah dan Dolar. Kelima, Kinerja Unitlink Pasar Uang Konvensional dan Syariah Berdenominasi Rupiah dan Dolar. Keenam, Ulasan Produk Unitlink Pemenang Unitlink Award 2026. Ketujuh, Daftar Produk Unitlink yang Diperingkat. Kedelapan, Kriteria Penilaian Unitlink Return Tertinggi. Kesembilan, Profil Dewan Juri Unitlink Award 2026. Kesepuluh, Profil Lembaga Riset Media Asuransi.
Semoga laporan yang kami sajikan pada edisi Maret 2026 ini dapat memberikan gambaran tentang kinerja investasi unitlink dalam dua tahun terakhir, sehingga dapat menjadi panduan bagi nasabah maupun calon nasabah dalam mempertimbangkan rencananya.
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
