Media Asuransi, JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) mengumumkan penghentian resmi periode pembelian kembali saham (buyback) per 13 Januari 2026. Langkah ini diambil lebih awal dari jadwal semula setelah perseroan berhasil menyerap hampir seluruh dana alokasi yang disiapkan untuk menjaga stabilitas pasar.
Dalam keterbukaan informasi BEI, Manajemen Astra menyatakan, keputusan penghentian ini didasari oleh tercapainya batas maksimum anggaran. Dari plafon dana sebesar Rp2 triliun yang dialokasikan, perseroan telah merealisasikan pembelian ratusan juta lembar saham melalui mekanisme pasar modal.
Corporate Secretary Astra International Gita Tiffani Boer menjelaskan terminasi ini dilakukan tepat pada sesi kedua perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Menurutnya sisa dana yang tersedia saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan transaksi pembelian di lantai bursa.
|Baca juga: Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan di BREN senilai Rp11,87 Miliar
“Penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham ini dilakukan karena telah terpenuhinya maksimum dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham, di mana sisa dana yang tersedia sudah tidak mencukupi untuk membeli satu lot saham,” kata Gita dikutip Kamis, 15 Januari 2026.
Secara akumulatif, emiten berkode saham ASII ini tercatat telah memborong sebanyak 305.213.900 lembar saham selama periode berlangsung. Nilai keseluruhan dari aksi korporasi tersebut mencapai Rp1.999.999.829.789, atau hanya menyisakan saldo tipis dari total pagu Rp2 triliun yang direncanakan sejak 31 Oktober 2025.
Gita menegaskan realisasi buyback ini merupakan komitmen perusahaan dalam mematuhi regulasi OJK terkait kebijakan menjaga kinerja pasar modal pada kondisi fluktuasi yang signifikan. Meski menyedot dana triliunan rupiah, namun ia memastikan langkah strategis ini tidak akan mengganggu kesehatan finansial jangka panjang Grup Astra.
|Baca juga: MSIG Life (LIFE) Buka Suara Usai Saham Melonjak di Tengah Isu Spin-Off UUS
|Baca juga: Chandra Asri Group Gelar Pemeliharaan Terjadwal untuk Jaga Keandalan Operasional Pabrik Petrokimia
|Baca juga: Alamtri Resmi (ADRO) Alihkan 1,36 Miliar Saham Hasil Buyback, Ini Dampaknya!
“Informasi atau fakta material yang diungkapkan dalam laporan ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” kata Gita.
Sebelumnya, rencana buyback ini awalnya diproyeksikan berakhir pada 30 Januari 2026. Namun, dengan tingginya penyerapan dana di pasar, aksi korporasi ini diselesaikan dua minggu lebih cepat dari tenggat waktu yang ditetapkan. Perusahaan juga memastikan rasio saham free float usai aksi ini tetap terjaga di level minimal 7,5 persen sesuai aturan yang berlaku.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
