1
1

Chandra Asri Umumkan Force Majeure Akibat Perang AS-Israel vs Iran

Ilustrasi. | Foto: Chandra Asri Pacific

Media Asuransi, JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk menyampaikan klarifikasi terkait pemberitahuan force majeure yang ditujukan kepada pelanggan di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi jalur distribusi energi dan rantai pasok internasional, termasuk perkembangan situasi di kawasan Selat Hormuz.

Pemberitahuan force majeure merupakan langkah preventif yang secara administratif harus dilakukan sesuai ketentuan kontraktual, sebagai bentuk mitigasi risiko kerugian dan transparansi atas kondisi eksternal di luar kendali Perusahaan.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group Suryandi menjelaskan penyampaian force majeure merupakan prosedur umum dalam praktik bisnis global ketika terdapat potensi gangguan termasuk jalur logistik internasional,

Langkah ini diambil, tambahnya, sebagai bentuk transparansi dan pencegahan timbulnya kerugian yang besar kepada mitra usaha serta pemangku kepentingan. Ia menegaskan pemberitahuan force majeure tidak serta-merta mencerminkan penghentian operasional perusahaan.

|Baca juga: Bos Allianz Syariah: Penyakit Kritis Dapat Ubah Kehidupan Keluarga dalam Sekejap

|Baca juga: Allianz Syariah Bayar Klaim Penyakit Kritis Rp600 Miliar di 2025, Dikontribusikan 3 Penyakit Ini!

|Baca juga: Allianz Syariah: Asuransi Kesehatan Saja Tidak Cukup, Perlu Proteksi Penyakit Kritis

“Melainkan bagian dari mitigasi risiko atas dampak situasi eksternal yang semakin berkembang,“ ujar Suryandi, dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis, 5 Maret 2026.

Dirinya menambahkan hingga saat ini kegiatan operasional masih berjalan sebagaimana mestinya. Namun, perusahaan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat, dan melakukan evaluasi berkala terhadap potensi implikasi yang dapat menimbulkan gangguan operasional perusahaan secara langsung maupun tidak langsung.

Sebagai bagian dari pengelolaan risiko yang terukur, Chandra Asri menjalankan penyesuaian tingkat operasional secara selektif sesuai dengan kondisi pasokan dan kebutuhan produksi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan usaha serta stabilitas pasokan terhadap pelanggan.

Selain itu, perseroan memiliki kerangka manajemen risiko dan sistem perencanaan operasional yang dirancang merespons dinamika pasar secara adaptif. Upaya tersebut mencakup diversifikasi sumber bahan baku, pengelolaan inventori secara prudent, serta penguatan koordinasi dalam rantai pasok guna menjaga fleksibilitas operasional.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Melalui “Ramadan Lebih Berkah”, Danamon Tawarkan Solusi Finansial Komprehensif
Next Post Trump Tawarkan Asuransi dan Pengawalan Militer untuk Kapal saat Selat Hormuz Membara

Member Login

or