1
1

Dampak Konflik Timur Tengah Berpotensi Masuk ke Indonesia? Begini Kata Ajaib!

(Kiri-kanan) President Director Ajaib Juliana dan Vice President of Product Design & Brand Experience Ajaib Michael Liem. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyan

Media Asuransi, JAKARTA – Ajaib Group menilai eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi memicu gejolak di pasar keuangan global, termasuk pasar modal Indonesia. Kondisi perang yang terjadi umumnya berdampak pada pergerakan komoditas serta memicu volatilitas di pasar saham.

Vice President of Product Design & Brand Experience Ajaib Michael Liem mengatakan dalam setiap konflik berskala besar, dampak pertama biasanya terlihat pada pergerakan komoditas global. Perang secara fundamental akan mendorong perhatian pasar kepada sektor komoditas karena berkaitan dengan rantai pasok energi dan bahan baku global.

“Kalau dasarnya perang mau makro mau mikro mengarahnya sudah pasti ke komoditas, itu yang pertama,” ujar Michael, dalam Media Gathering: Buka Puasa bersama Ajaib, di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

|Baca juga: Permata Bank (BNLI) Perkuat Unit Usaha Syariah, Siap Spin-Off?

Selain dampak global tersebut, tambahnya, konflik juga dapat memicu efek lanjutan terhadap pasar domestik. Michael menjelaskan pada level mikro dampaknya bisa berbeda-beda pada tiap sektor maupun emiten di pasar saham.

Ia menilai kondisi seperti ini dapat memunculkan pergerakan saham yang tidak seragam. Ada emiten yang justru diuntungkan dan mengalami kenaikan harga saham, namun ada pula yang mengalami tekanan.

President Director Ajaib Juliana mengatakan dinamika global juga akan berpengaruh terhadap pasar Indonesia. Pengaruh tersebut tidak hanya berasal dari sentimen global, tetapi juga dipengaruhi oleh kinerja emiten serta kebijakan pemerintah di dalam negeri.

|Baca juga: Federal International Finance Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Berikut Lengkapnya!

|Baca juga: KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi untuk Akselerasi Transformasi

“Pasti ada pengaruhnya di Indonesia sendiri. (Pengaruhnya) dalam artinya bukan hanya sekuritas namun banyak. (Seperti) emiten itu sendiri, juga kebijakan pemerintah,” ujar Juliana.

Menurutnya, dalam situasi seperti ini sebenarnya ada beberapa sektor yang secara teori berpotensi mengalami peningkatan kinerja. Namun hingga saat ini, kenaikan tersebut dinilai masih belum terlihat secara signifikan di pasar.

“Ada beberapa sektor yang kita lihat harusnya, dengan kondisi seperti ini bisa perform better. Tapi, kita masih belum melihat itu, walaupun sudah ada tanda-tanda tapi (kita) masih menanti kira-kira ini akan seperti apa,” kata Juliana.

Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian tersebut, Juliana menegaskan, Ajaib menekankan pentingnya kesiapan investor dalam menghadapi dinamika pasar. Selain itu, Ajaib menilai, peran edukasi kepada investor menjadi sangat penting agar mereka memahami risiko investasi di tengah volatilitas pasar.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Prediksi IHSG dan 4 Saham Berpeluang Cuan di Akhir Pekan
Next Post Ajaib Tekankan Penguatan Edukasi untuk Investor saat Konflik Timur Tengah Membara

Member Login

or