Media Asuransi, JAKARTA – Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyampaikan pergerakan pasar dalam beberapa hari terakhir menunjukkan proses penyesuaian yang berjalan secara tertib dan mulai menemukan keseimbangan. Setelah sempat terjadi volatilitas, pasar pada perdagangan hari ini terlihat mulai rebound, mencerminkan respons investor yang semakin rasional dan selektif.
“Sejak awal, kami melihat dinamika pasar ini secara utuh dan proporsional. Meski sempat terjadi penyesuaian jangka pendek, pasar relatif cepat menunjukkan sinyal pemulihan, seiring kembalinya minat terhadap saham-saham dengan fundamental dan likuiditas yang kuat,” ujar Pandu dikutip dari keterangan resmi, Jumat, 6 Februari 2026.
|Baca juga: Kekhawatiran Pengaruh Danantara di Pasar Modal Dinilai Terlalu Dini
Menurutnya, pergerakan tersebut mengonfirmasi bahwa pasar tengah melakukan rebalancing berbasis kualitas aset. Dalam konteks yang lebih luas, tekanan dan volatilitas yang terjadi juga bersifat regional dan global, bukan fenomena yang berdiri sendiri di Indonesia.
“Aset-aset yang tetap diminati adalah perusahaan dengan fundamental yang solid, arus kas yang sehat, valuasi yang menarik, dan likuiditas memadai. Ini menunjukkan bahwa mekanisme pasar bekerja dan penyesuaian berlangsung secara rasional,” katanya.
|Baca juga:Peran Danantara Indonesia di Pasar Modal Berpotensi Berikan Manfaat Optimal
Untuk itu, volatilitas jangka pendek dinilai sebagai bagian dari dinamika normal pasar, sementara keputusan investasi tetap relevan dilihat dalam horizon menengah hingga panjang.
Pandu menegaskan bahwa Danantara Indonesia beroperasi sebagai market participant dan berinvestasi dengan disiplin yang sama seperti pelaku pasar lainnya. “Sebagai market participant, Danantara aktif berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang memiliki fundamental kuat, valuasi yang atraktif, arus kas yang sehat, serta likuiditas yang baik. Kami tetap percaya pada prospek ekonomi Indonesia dan daya tarik aset domestik,” ujarnya.
Ia menambahkan, Danantara Indonesia mendukung langkah-langkah penguatan struktur pasar bersama para pemangku kepentingan, dengan fokus pada peningkatan keterbukaan informasi dan penguatan tata kelola.
“Pendalaman teknis dan implementasi yang terukur menjadi kunci agar reformasi pasar berjalan berkelanjutan dan memperkuat kepercayaan investor,” kata Pandu.
Pandu juga mencatat respons cepat regulator dan penyelenggara pasar sebagai sinyal positif. Sejalan dengan itu, Danantara Indonesia telah berdiskusi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan akan terus berkoordinasi dengan MSCI, self-regulatory organizations (SRO), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendukung penguatan pasar modal secara berkelanjutan.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
