1
1

Eastspring Indonesia Gandeng WWF Dukung Pemulihan Sumatra

Pendiri Narasi, platform media digital independen, Najwa Shihab, CEO Eastspring Investment, Sultary dan Direktur Partnership WWF- Indonesia, Rusyda Deli dalam Prorgam Eastspring Peduli Sumatra

Media Asuransi, JAKARTA  – Sebagai respons terhadap bencana yang melanda Sumatra pada bulan November lalu, PT Eastspring Investments Indonesia (Eastspring Indonesia) bekerja sama dengan World Wide Fund for Nature (WWF Indonesia) sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk melaksanakan program Eastspring Peduli Sumatra.

|Baca juga: Eastspring Indonesia Yakin Produk Barunya Diminati Investor 

CEO Eastspring Indonesia, Sulystari dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026, mengatakan, kegiatan itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung prinsip keberlanjutan atau ESG(Environmental, Social, and Governance).

Sultary menyebutkan pihaknya mengajak publik untuk berpartisipasi dalam program kemanusiaan ini dengan berinvestasi pada reksa dana  Dana Eastspring Indonesia antara bulan Februari hingga Maret 2026.

“Dari dana yang diterima dalam investasi (subscription) reksa dana, kami akan mendistribusikan sebagian dari pendapatan perusahaan untuk didonasikan kepada WWF Indonesia, yang akan digunakan untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana banjir besar yang telah terjadi di beberapa daerah di Sumatra, termasuk revitalisasi jembatan dan pembersihan lokasi sekolah, serta restorasi ekosistem dan bantuan kepada komunitas yang terdampak,” ungkap Sulystari.

|Baca juga: Mengenal Reksa Dana Terproteksi, Lebih Menjanjikan daripada Deposito dengan Risiko Terukur

Direktur Partnership WWF- Indonesia, Rusyda Deli mengatakan, sejak awal terjadinya bencana, WWF Indonesia telah memberikan respon yang cepat untuk mendukung dan meringankan beban masyarakat yang terdampak di Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Bireun.

“Hingga saat ini, kami telah menyalurkan sekitar 150 ton bantuan logistik telah disalurkan ke sekitar 50 desa, yang meliputi kebutuhan dasar, penerangan, dan dukungan komunikasi.” paparnya.

“Bencana tidak pernah benar-benar selesai di fase darurat. Pemulihan lingkungan dan penguatan komunitas adalah pekerjaan panjang yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi. Upaya Bersama seperti ini menjadi penting agar kepedulian tidak berhenti di empati, tetapi berlanjut menjadi partisipasi yang berdampak,” ujar Pendiri Narasi, platform berita independen, Najwa Shihab yang turut hadir di acara.

Inisiatif ini adalah bagian dari kerja bersama untuk membantu masyarakat bangkit setelah bencana. Di masa mendatang, pemulihan ekosistem pasca bencana menjadi langkah penting agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan secara berkelanjutan.

Editor: Irdiya Setiawan 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,7% di Kuartal I/2026
Next Post OJK dan Kejaksaan Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Sektor Jasa Keuangan

Member Login

or