1
1

Antam dan Merdeka Group Teken MoU untuk Perkuat Kedaulatan Emas Nasional

Gedung Antam. | Foto: Antam

Media Asuransi, JAKARTA – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan anggota holding Merdeka Group yakni PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS). Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan emas nasional.

Penandatanganan ini dilakukan di Jakarta. Masing-masing GSPA berlaku selama dua tahun dengan volume transaksi sebesar enam metric ton emas per tahun. Dalam skema ini, Antam bertindak sebagai pembeli, sementara BSI dan PETS sebagai penjual.

Direktur Komersial Antam Handi Sutanto menegaskan yang didahulukan dalam kerja sama ini adalah kepentingan kedaulatan emas nasional. Antam menilai emas bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari kedaulatan bangsa. Dengan perjanjian ini, Antam memperkuat visi sebagai emas yang bersumber dari tambang Indonesia.

“Dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikasi LBMA di Indonesia, lalu dipersembahkan kembali kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi,” ujar Handi, dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 11 Maret 2026.

|Baca juga: Rupiah Melemah, Strategi Investasi Asuransi Jiwa Terancam Berubah?

|Baca juga: Harga Minyak Melonjak, Mirae Asset Sekuritas Peringatkan Risiko Volatilitas Pasar

Sebelumnya, Antam dan BSI telah memiliki perjanjian jasa pemurnian, di mana dore dari tambang dimurnikan di fasilitas pemurnian Antam. Hasil pemurnian emas dan perak kemudian diproses menjadi emas butiran (granula) dengan kadar 99,99 persen.

Melalui GSPA ini, transaksi emas granula hasil pemurnian domestik dilakukan secara terstruktur, memperkuat integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir di dalam negeri. Handi menambahkan kepastian suplai dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan asal-usulnya menjadi fondasi penting dalam menjaga kekuatan merek emas Antam.

Stabilitas pasokan dari sumber yang jelas dan bertanggung jawab memperkuat posisi emas Antam sebagai produk bersertifikasi LBMA yang memenuhi standar internasional, termasuk aspek tata kelola dan keberlanjutan.

“Kami ingin emas Antam menjadi emas yang berakhlak, aman, dan nyaman dimiliki masyarakat. Ini sejalan dengan komitmen Environmental Social and Governance (ESG) perusahaan yang terus kami perkuat,” katanya.

Menurut dia, hilirisasi emas tidak berhenti pada kapasitas pemurnian, tetapi mencakup pembangunan sistem rantai pasok yang terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan sehingga nilai tambah tetap berada di dalam negeri.

Melalui GSPA ini, Antam bersama BSI dan PETS menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas pasokan, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pemurnian dalam negeri, serta memperkuat kedaulatan dan integritas industri emas nasional melalui rantai pasok yang kokoh, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Outlook Fitch Bank BUMN Negatif, Ekonom CELIOS Beberkan Langkah yang Perlu Diambil Pemerintah
Next Post Taspen Imbau Peserta Waspada Penipuan Usai Cairnya THR 2026

Member Login

or