1
1

Barito Renewables (BREN) Cetak Laba US$165 Juta di 2025

Ilustrasi. | Foto: Barito Renewables Energy

Media Asuransi, JAKARTA – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) atau Barito Renewables mencatat laba bersih setelah pajak mencapai US$165 juta. Pencapaian itu didukung oleh peningkatan pendapatan operasional serta penurunan biaya pendanaan.

“Penurunan beban bunga tersebut merupakan hasil dari keberhasilan perseroan dalam melaksanakan inisiatif optimalisasi utang yang dilakukan pada 2024,” kata CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan, dikutip dari keterbukaan informasi, Minggu, 22 Maret 2026.

Pernyataan itu sejalan dengan BREN mengumumkan hasil kinerja keuangan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun, didukung oleh operasi panas bumi yang stabil serta pengelolaan biaya yang disiplin.

|Baca juga: Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diyakini Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

|Baca juga: 7 Amalan Sunah yang Dianjurkan pada Hari Raya Idulfitri

“(Hal itu terjadi) meskipun segmen pembangkit angin menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sepanjang tahun ini, BREN menyelesaikan proyek retrofit Salak dan kontribusi dari Unit Binary Salak yang semakin memperkuat kapasitas panas bumi. Meskipun segmen angin menghadapi kondisi yang lebih menantang, namun aset panas bumi menghasilkan produksi listrik yang stabil dan menjadi penopang utama kinerja secara keseluruhan.

“Didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan beban bunga setelah inisiatif optimalisasi utang yang kami lakukan, Perseroan berhasil mencatatkan margin yang lebih kuat dan peningkatan profitabilitas. Ke depan, kami tetap fokus untuk melanjutkan proyek-proyek ekspansi serta memperkuat portofolio kami.”

Untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar US$605 juta, meningkat 1,4 persen secara tahunan, yang terutama didukung oleh produksi listrik panas bumi yang stabil dan kontribusi dari Unit Binary Salak.

|Baca juga: Dirut PLN: 72.053 Personel Terus Siaga Jaga Keandalan Listrik Sambut Idulfitri 1447 H

|Baca juga: Begini Imbauan Allianz Indonesia terkait Risiko di Tengah Konflik Timur Tengah

EBITDA tercatat US$518 juta, dengan margin EBITDA 85,6 persen, mencerminkan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang berkelanjutan. Laba bersih setelah pajak mencapai US$165 juta, naik 6,5 persen secara tahunan, didorong kinerja operasional lebih kuat serta penurunan biaya pendanaan.

Secara operasional, perseroan mencatat sejumlah pencapaian penting sepanjang tahun yang semakin memperkuat portofolio panas bumi. Proyek retrofit Salak diselesaikan pada kuartal III/2025, menambah kapasitas baru sebesar 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal.

Bersama dengan Unit Binary Salak, total kapasitas terpasang bruto pembangkit listrik panas bumi yang dioperasikan perseroan mencapai 910 MW pada akhir 2025, meningkat 24 MW (+2,7 persen YoY) dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

|Baca juga: Keagenan dan Bancassurance Diyakini Jadi Sumber Utama Pertumbuhan Premi Asuransi di 2026

|Baca juga: Bos Allianz Syariah: Spin-Off Demi Bangun Bisnis Asuransi Syariah yang Berkelanjutan

Ke depan, Perseroan terus melanjutkan pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3, yang keduanya ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026. Setelah proyek selesai, kapasitas panas bumi diperkirakan melampaui 1 GW, sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan.

Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar US$3,87 miliar, sementara total liabilitas menurun menjadi US$2,98 miliar, sehingga rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio) perseroan membaik menjadi 2,36x pada akhir 2025.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post 9 Cara Ampuh Biar Pinjaman Kamu Langsung Disetujui
Next Post Generasi Sandwich Wajib Tahu! Ini Strategi Atur Keuangan agar Tetap Stabil di Tengah Tekanan

Member Login

or