1
1

Chandra Daya Investasi (CDIA) Cetak Kinerja Solid di 2025, Berikut Lengkapnya!

Ilustrasi. | Foto: Chandra Daya Investasi

Media Asuransi, JAKARTA – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan laba bersih sebesar US$127,8 juta. Hal itu terungkap dalam laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku yang berakhir di 31 Desember 2025.

Direktur CDIA Jonathan Kandinata menyampaikan 2025 merupakan tonggak transformatif bagi CDI Group seiring keberhasilan perusahaan bertransformasi menjadi perusahaan terbuka dengan tetap mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid.

Dalam laporan perseroan, EBITDA berhasil dibukukan sebesar US$118,8 juta atau tumbuh 288,0 persen secara tahunan (yoy) dan laba bersih sebesar US$127,8 juta atau naik 281,7 persen (yoy).

|Baca juga: Perusahaan Asuransi Taiwan Diprediksi Hadapi Volatilitas saat Perang Timur Tengah Berlanjut

|Baca juga: Aset Industri Asuransi Dibidik Tumbuh 7% di 2026, OJK Beberkan Siasat Ini!

“(Hal ini) mencerminkan ketangguhan platform operasional serta disiplin dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan pada tahun pertama sebagai perusahaan publik,” kata Jonathan, dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis, 26 Maret 2026.

Selama 2025, perseroan juga menetapkan dividen interim untuk setahun penuh 2025 sebesar US$10 juta, yang menegaskan komitmen dalam memberikan nilai kepada pemegang saham, sekaligus menjaga struktur permodalan yang prudent untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

CDI Group sepanjang 2025 juga berhasil memperkuat basis permodalan dan akses pendanaan melalui berbagai sumber yang terdiversifikasi, termasuk penyertaan modal pemegang saham, pasar modal ekuitas, serta fasilitas perbankan domestik dan internasional.

|Baca juga: Pendapatan Premi Perusahaan Asuransi Indonesia Bakal Stagnan di 2026?

|Baca juga: Penerapan PSAK 117 Tidak Ada Relaksasi, OJK: Perusahaan yang Melanggar Dikenakan Sanksi!

Adapun sumber pendanaan tersebut mencakup tambahan dukungan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, dana hasil IPO pada Juli 2025, fasilitas dari Bank Danamon, Bank Tabungan Negara (BTN), dan fasilitas US$100 juta dari Bangkok Bank.

Dengan sumber pendanaan tersebut, perseroan mencerminkan kepercayaan luas dari pemangku kepentingan ekuitas maupun kredit terhadap strategi jangka panjang Perseroan.

Di sisi lain, hingga akhir 31 Desember 2026, perseroan memiliki liquidity pool sebesar US$803,3 juta, memperkuat fleksibilitas finansial untuk mendukung ekspansi di seluruh pilar infrastruktur.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Beberkan Perkembangan Terbaru tentang Ketentuan Tarif Premi Asuransi Kendaraan Bermotor
Next Post Bos Allianz Life Indonesia: Kami Mengembangkan Produk Asuransi Sesuai Keinginan Nasabah

Member Login

or