Media Asuransi, JAKARTA – Manajemen PT Timah Tbk (TINS) mengumumkan pemberhentian sementara Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk. Keputusan itu diambil dengan memerhatikan ketentuan Pasal 11 ayat 27 Anggaran Dasar Perseroan bahwa anggota direksi sewaktu-waktu dapat diberhentikan untuk sementara oleh dewan komisaris.
Corporate Secretary PT Timah Tbk Rendi Kurniawan menjelaskan dengan memerhatikan ketentuan Pasal 11 ayat 27 Anggaran Dasar Perseroan maka sehubungan dengan hal tersebut perseroan mengumumkan keterbukaan informasi pemberhentian sementara Nur Adi Kuncoro dari jabatan sebagai Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk.
|Baca juga: Taspen Salurkan Manfaat JKK untuk Keluarga ASN yang Gugur di Peru
|Baca juga: UU BUMN 2025 Diklaim Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Negara
“Karena terdapat alasan mendesak bagi perseroan, serta memberikan tugas kepada Direktur Utama PT Timah Tbk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Direktur Operasi dan Produksi TINS terhitung sejak 13 Oktober 2025 sampai ditetapkan pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat,” kata Rendi, dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis, 16 Oktober 2025.
Ia menambahkan keputusan itu tidak berdampak pada operasional, keuangan dan/atau kelangsungan usaha perseroan.
Di sisi lain, harga timah pada semester I/2025 menunjukkan tren stabilisasi setelah mengalami gejolak hebat di awal 2025. Harga Timah London Metal Exchange (LME) masih didukung oleh stok yang ketat dan pasokan terbatas karena tambang Man Maw di Myanmar masih offline hingga Agustus dan smelter Pulau Indah di Malaysia belum beroperasi penuh.
|Baca juga: Perkuat Penetrasi Keuangan Syariah, Bisnis Kustodian BSI (BRIS) Tumbuh 34%
|Baca juga: BNI (BBNI) Dukung BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Layanan Jaminan Sosial
Selain itu, ekspor timah Indonesia menunjukkan pemulihan signifikan, naik 177 persen dalam enam bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama di 2024. Sementara permintaan global terhadap logam timah, khususnya dari industri elektronik seperti tin solder dan tin chemical, tetap tinggi.
Hal ini terutama didorong oleh kebutuhan dari pasar Jepang dan China. Namun, ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan dari Amerika Serikat (AS) berpotensi memberikan tekanan terhadap permintaan global.
|Baca juga: Prospek Industri Asuransi Umum Indonesia Tetap Stabil, Apa Penopangnya?
|Baca juga: Defisit Terjaga di 1,56% hingga Triwulan III/2025, Purbaya: APBN Tetap Adaptif dan Kredibel
Kendati demikian, harga timah cenderung stabil karena permintaan global yang cukup kuat, meskipun tetap ada risiko fluktuasi akibat faktor geopolitik dan terbatasnya pasokan. Hingga akhir Juni 2025, persediaan timah di gudang LME berada pada posisi 2.220 ton, turun 53,3 persen dari awal 2025 di posisi 4.760 ton.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
