Media Asuransi, JAKARTA – Star Energy Geothermal resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi energi global asal Amerika Serikat, SLB (dahulu Schlumberger). Kerja sama ini bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan potensi panas bumi (geotermal) di dalam negeri maupun ekspansi ke pasar internasional.
Kesepakatan ini mencakup desain, perencanaan, hingga layanan pengeboran terintegrasi untuk proyek panas bumi Sekincau di Indonesia. Tak hanya di Tanah Air, kolaborasi anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ini juga membidik evaluasi peluang proyek panas bumi di kawasan Amerika Utara.
|Baca juga: Prihati Pujowaskito Jadi Dirut BPJS Kesehatan 2026–2031, Ini Profilnya!
|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Catat Livin’ by Mandiri Tumbuh 49,3% di Januari 2026
Presiden Direktur BREN sekaligus Group CEO Star Energy Geothermal Hendra Tan menyatakan kemitraan ini merupakan langkah nyata dalam membawa keahlian lokal Indonesia ke panggung global. Menurutnya, sinergi ini akan menjadikan panas bumi sebagai solusi transisi energi yang berkelanjutan lintas benua.
“Kolaborasi ini menandai langkah tegas dalam membangun keahlian yang berakar di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional,” ujar Hendra Tan, dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip Selasa, 24 Februari 2026.
|Baca juga: Investasi Asuransi di Saham Naik Jadi 20%, Bos AAUI: Industri akan Berhitung Cermat
|Baca juga: Penyaluran Kredit Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 15,62% Jadi Rp1.511,4 Triliun di Januari 2026
“Dengan menggabungkan kapabilitas operasional Star Energy Geothermal yang telah teruji dengan kekuatan global SLB dalam aspek subsurface dan eksekusi, kami memposisikan panas bumi tidak hanya sebagai pilar transisi energi Indonesia, tetapi juga sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global,” tambahnya.
Melalui dukungan teknologi canggih dari SLB, kedua perusahaan menargetkan peningkatan efisiensi pengembangan serta meminimalisir risiko teknis di bawah permukaan bumi. Hal ini krusial untuk memastikan proyek panas bumi dapat layak secara komersial dan mampu memasok energi bersih secara stabil.
Managing Director Indonesia SLB Nurzhan Ongaltayev menambahkan integrasi di seluruh siklus hidup proyek adalah kunci utama untuk meningkatkan skala industri geotermal. Ia optimistis keahlian global yang dimiliki SLB dapat mendukung operator berpengalaman seperti Star Energy dalam mengeksekusi proyek-proyek strategis ke depan.
“Perjanjian dan peluang kolaborasi baru ini menghadirkan keahlian konsultasi subsurface SLB serta pengalaman eksekusi global untuk mendukung pengembangan panas bumi bersama operator berpengalaman, mulai dari pelaksanaan proyek di Indonesia hingga evaluasi peluang di luar negeri,” pungkas Nurzhan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
