Media Asuransi, JAKARTA – PT Metropolitan Land Tbk (Metland) memacu penjualan unit-unit komersialnya di tahun ini. Kali ini Metland Menteng, Jakarta Timur kembali menghadirkan produk komersial terbaru di tahun baru ini.
Metland Menteng meluncurkan Ruko Americano, unit komersial terbarunya setelah mencatat keberhasilan penjualan Ruko Conifera. Kehadiran Ruko Americano menjadi jawaban atas tingginya minat masyarakat terhadap ruko di kawasan Metland Menteng yang terus berkembang dan semakin ramai aktivitas.
|Baca juga: Metland Kertajati Dukung Kawasan Industri Rebana
Ruko Americano berlokasi strategis di main boulevard Metland Menteng dan berada tepat bersebelahan dengan area olahraga padel, pickleball dan tenis yang saat ini menjadi magnet aktivitas dan gaya hidup. Keberadaan fasilitas olahraga tersebut mendorong tingginya pergerakan orang di kawasan, sehingga menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan bagi pelaku usaha maupun investor.
“Melihat perkembangan kawasan komersial Metland Menteng yang semakin hidup, kami melihat minat masyarakat terhadap ruko terus meningkat, baik untuk usaha sendiri maupun sebagai instrumen investasi. Ruko Americano kami hadirkan dengan konsep yang lebih fleksibel dan lokasi yang sangat strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Lily Nurlita, General Manager Metland Menteng di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026. Satu unit ruko ini dijual mulai dari harga Rp4 miliar.
|Baca juga: Metland Raup Pre Sales Rp1,34 Triliun
Tahun ini Metland menganggarkan total belaja modal atau capex sebesar Rp750 miliar. Direktur Metland Olivia Surodjo mengatakan sebagian besar serapan capex dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di proyek-proyek baru.
“Kebanyakan di proyek-proyek infrastruktur,” paparnya saat RUPST Metland di Bekasi. Proyek Metland yang sedang gencar dikembangkan antara lain di Kertajati dan Cikarang.
Selain proyek infrastruktur baru, capex juga digunakan untuk pengembangan pusat perbelanjaan milik Perseroan yang eksisting. Salah satu proyek yang mendapat alokasi capex yaitu perluasan mal Grand Metropolitan. Pusat perbelanjaan merupakan salah satu bisnis inti dari Metland.
Dana capex juga digunakan untuk akuisisi lahan walau jumlahnya kecil. Presiden Direktur MTLA Anhar Sudradjat menyebut perseroan tetap membuka peluang untuk melakukan akuisisi lahan strategis, baik di wilayah Jabodetabek maupun luar kota.
Akuisisi ini akan difokuskan pada lahan-lahan di sekitar proyek eksisting. Hal itu untuk memperkuat portofolio saat ini. Saat ini Metland memiliki landbank mencapai 950 hektare.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
