1
1

IHSG Ambruk Akibat Aksi Demo Kian Panas

Ilustrasi.| Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak bertenaga dalam dua hari terakhir di tengah meningkatnya gejolak sosial dan ketidakpastian politik dalam negeri. Aksi demo yang kian panas tidak ditampik terus memberikan tekanan terhadap indeks acuan saham Indonesia.

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai hal tersebut mencerminkan rapuhnya psikologis pasar terhadap gejolak politik dan keamanan di dalam negeri. Penurunan ini terjadi setelah sehari sebelumnya IHSG juga ditutup di zona merah, yang menandakan kekhawatiran investor mulai meningkat.

|Baca juga: Percepat Layanan Perbankan, BTN Hadirkan Digital Store di BEI

|Baca juga: Sri Mulyani Batal Umumkan APBN Hari Ini, Jadwal Diundur Sampai Kapan?

“Penyebab utama tekanan ini bukan hanya faktor global, tetapi lebih pada kondisi domestik. Aksi massa yang merebak di Jakarta dan sejumlah daerah menjadi sentimen negatif karena meningkatkan ketidakpastian politik,” ujar Hendra, Jumat, 29 Agustus 2025.

Hendra menilai kondisi pasar modal sangat sensitif terhadap isu stabilitas. Begitu muncul potensi risiko keamanan, investor asing maupun domestik cenderung menahan diri, bahkan melepas portofolio untuk mengamankan posisi likuid.

Gejolak sosial ini diperparah oleh respons pemerintah yang dinilai belum tepat. Alih-alih menjalin komunikasi terbuka dengan masyarakat, langkah yang muncul justru berupa imbauan Work From Home (WFH) bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Oleh karena itu, kebijakan ini menimbulkan persepsi bahwa pemerintah dan wakil rakyat lebih memilih menjauh ketimbang mendengar aspirasi langsung. Padahal, pasar butuh sinyal stabilitas dan kepastian,” ujarnya.

|Baca juga: Airlangga Beberkan Jurus Konsumsi untuk Dongkrak Ekonomi RI Capai 8%

|Baca juga: Antonius Kosasih Terjerat Kasus Korupsi di Taspen, Pengamat: Fungsi Pengawasan Wajib Dipertajam!

Dalam ekonomi, persepsi sering kali lebih kuat pengaruhnya dibandingkan dengan fakta di lapangan. Tak mengherankan jika situasi ini menjadi sorotan media internasional. Bahkan, investor global yang memantau Indonesia melihat adanya eskalasi ketidakpastian politik, yang berujung pada aksi jual di pasar keuangan.

“Inilah sebabnya IHSG cepat merespons dan tertekan signifikan. Kondisi serupa juga dialami nilai tukar rupiah yang ikut berfluktuasi,” imbuh

Ke depan, Hendra mengungkapkan, yang dibutuhkan adalah komunikasi yang jelas dan menenangkan dari pemerintah. Jika pemerintah mampu merangkul dan membuka dialog maka pasar bisa kembali merespons dengan rasional dan tenang.

|Baca juga: Ekonom Bank Mandiri Sebut Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi

|Baca juga: Ekonom Bank Mandiri Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,96% di 2025

“Namun, jika psikologis pasar terus diganggu oleh ketidakpastian maka pelemahan IHSG sulit dihindari meski faktor fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat,” tutup Hendra.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Percepat Layanan Perbankan, BTN Hadirkan Digital Store di BEI
Next Post Banyak Kendaraan Rusak dan Keselamatan Terancam saat Aksi Demo, Waktunya Punya Asuransi untuk Proteksi?

Member Login

or