1
1

Memahami Strategi Swing Trading untuk Investor Pemula

Seorang pengunjung sedang memperhatikan pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Pemahaman terhadap berbagai strategi transaksi saham merupakan hal penting bagi investor pemula. Setiap strategi investasi memiliki karakteristik, jangka waktu, serta tingkat risiko yang berbeda, sehingga perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.

Menurut Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, salah satu strategi transaksi yang cukup dikenal dan banyak digunakan oleh investor adalah swing trading. Strategi ini memanfaatkan pergerakan harga saham dalam jangka pendek hingga menengah, yang umumnya berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

|Baca juga: OJK Imbau Investor Saham Jangan Panik

Swing trading dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin lebih aktif bertransaksi, namun tetap mengedepankan perencanaan, analisis, serta pengelolaan risiko yang terukur,” kata Teddy dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu, 4 Februari 2026.

 

Memahami Konsep Swing Trading

Swing trading merupakan strategi perdagangan saham yang bertujuan memanfaatkan pergerakan harga dalam jangka pendek hingga menengah, biasanya dalam rentang waktu beberapa hari hingga beberapa minggu. Investor memanfaatkan momentum pergerakan harga (price swing) dari satu level ke level lainnya dengan mengandalkan analisis teknikal untuk mengidentifikasi tren serta momentum pasar.

|Baca juga: Tips dari BNI Sekuritas untuk Kelola Investasi di Tengah Volatilitas Pasar

Di pasar saham Indonesia, strategi ini umumnya diterapkan pada saham-saham dengan likuiditas tinggi dan pergerakan harga yang aktif. Karakteristik tersebut memudahkan investor dalam melakukan analisis teknikal serta memantau pergerakan harga secara berkala.

Pemahaman strategi transaksi yang tepat menjadi fondasi penting bagi investor pemula dalam menghadapi dinamika pasar modal. “Setiap investor perlu memahami bahwa pergerakan pasar bersifat dinamis. Strategi seperti swing trading dapat dimanfaatkan secara optimal apabila didukung dengan perencanaan yang matang, disiplin, serta manajemen risiko yang terukur,” ujar Teddy.

 

Prinsip Dasar Swing Trading

Dalam praktiknya, swing trading dijalankan dengan prinsip yang relatif sederhana, yaitu: membeli saham ketika harga mengalami koreksi atau berada di area support, kemudian menjual saham saat harga bergerak naik mendekati atau menembus area resistance.

|Baca juga: Mau Tahu Kapan Tepatnya Investasi Emas? Baca Artikel Ini!

Teddy mengingatkan bahwa keputusan transaksi baiknya didukung oleh analisis teknikal agar investor dapat mengambil keputusan secara objektif, tanpa terlalu dipengaruhi oleh fluktuasi pasar jangka pendek.

Beberapa indikator teknikal yang umum digunakan dalam strategi swing trading antara lain: pertama, Moving Average (MA) untuk mengidentifikasi arah tren harga. Kedua, Relative Strength Index (RSI) untuk melihat kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Ketiga, MACD untuk membaca momentum pergerakan harga. Keempatm Support dan Resistance sebagai acuan area beli dan jual.

Bagi investor pemula, penggunaan indikator sebaiknya disesuaikan dengan tingkat pemahaman.  Sebagai gambaran, sebuah saham berlikuiditas tinggi sedang berada dalam tren naik dan mengalami koreksi sementara:

– Area beli: Rp1.000
– Target jual: Rp1.100
– Batas risiko (stop loss): Rp970

|Baca juga:  3 Tantangan Utama Investasi dan Solusi Investor Pemula Wajib Tahu

Menurut Teddy, melalui perencanaan tersebut, investor telah menetapkan potensi keuntungan dan risiko sejak awal. Pendekatan ini membantu investor menjaga disiplin serta menghindari keputusan emosional saat harga bergerak tidak sesuai ekspektasi.

 

Pentingnya Manajemen Risiko

Dalam setiap aktivitas transaksi saham, manajemen risiko merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan. Penetapan stop loss, pengaturan porsi dana, serta konsistensi terhadap rencana transaksi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan investasi.

Teddy menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi juga berperan penting dalam mendukung keputusan investasi. “Melalui aplikasi New BIONS by BNI Sekuritas, investor dapat mengakses berbagai fitur yang membantu analisis dan eksekusi transaksi secara lebih praktis dan terukur, sehingga strategi investasi dapat dijalankan dengan lebih optimal,” tuturnya.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Kehadiran Kelompok Usaha Bank (KUB) Diharap Tingkatkan Struktur Permodalan BPD
Next Post Eastspring Indonesia Gandeng Maybank Indonesia Pasarkan Reksa Dana ESIGMA

Member Login

or