1
1

Mirae Asset Sekuritas Tekankan Strategi Diversifikasi yang Disiplin di Tengah Volatilitas

Head of Fund Services Mirae Asset Sekuritas Indonesia Francisca Gerungan. | Foto: Mirae Asset Sekuritas Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Head of Fund Services Mirae Asset Sekuritas Indonesia Francisca Gerungan menekankan kondisi volatil saat ini justru menjadi pengingat pentingnya strategi diversifikasi yang disiplin. Hal itu sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebelumnya sempat melemah signifikan.

“Dalam situasi pasar yang bergerak cepat dan cenderung spekulatif, investor sebaiknya tidak terjebak pada euforia jangka pendek. Diversifikasi menjadi strategi yang semakin krusial untuk menjaga stabilitas portofolio,” ujar Francisca, dikutip dari keterangan resminya, Minggu, 15 Februari 2026.

|Baca juga: Mirae Asset Sekuritas Nilai Penguatan IHSG Masih Terbatas

Ia menjelaskan reksa dana dapat menjadi instrumen yang efektif, khususnya bagi investor baru yang belum memiliki kapasitas untuk melakukan seleksi saham secara mendalam.

Saat ini, komposisi investor reksa dana di Mirae Asset Sekuritas masih didominasi oleh nasabah ritel sebesar 99 persen, dengan pertumbuhan jumlah nasabah ritel mencapai 15 persen secara tahunan (YoY) per Januari 2026.

|Baca juga: Asuransi Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang

|Baca juga: 6 Perusahaan Asuransi dan 7 Dana Pensiun Masuk Pengawasan Khusus OJK

“Reksa dana memberikan diversifikasi secara otomatis, baik dari sisi sektor maupun jenis aset, serta dikelola secara konsisten oleh manajer investasi profesional. Di tengah volatilitas seperti saat ini, pendekatan yang terukur dan berbasis profil risiko jauh lebih penting dibandingkan dengan mengejar momentum sesaat,” tegasnya.

Untuk pendekatan yang lebih defensif, Francisca menambahkan, investor dapat mempertimbangkan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

Sementara itu, guna menangkap potensi kenaikan pasar saham secara bertahap, reksa dana campuran memberikan keleluasaan bagi manajer investasi dalam menyesuaikan komposisi saham dan obligasi secara dinamis, sejalan dengan perkembangan kondisi pasar.

Menurutnya diversifikasi bukan bertujuan menghilangkan risiko, melainkan mengelolanya agar tetap sejalan dengan tujuan investasi. Sebagai ilustrasi, investor dapat mempertimbangkan alokasi yang lebih seimbang, misalnya, porsi dominan pada reksa dana dan sebagian kecil pada saham langsung, sesuai profil risiko masing-masing.

“Pasar yang fluktuatif bukan alasan untuk keluar sepenuhnya, tetapi menjadi momen untuk menyusun portofolio yang lebih seimbang dan rasional. Investor perlu fokus pada konsistensi dan disiplin, bukan hanya pada pergerakan harian,” tutupnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Ignite by Igloo Bidik Target Pertumbuhan Ambisius di 2026
Next Post 7 Tips Memilih Perusahaan Asuransi agar Terhindar dari Penipuan

Member Login

or