Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu, 8 April 2026. Kondisi itu mencerminkan pembalikan sentimen pasar setelah tekanan yang terjadi pada hari sebelumnya.
Sebelumnya, IHSG ditutup di 6.971,03 dengan rupiah sempat melemah hingga RpRp17.100 per dolar AS, mencerminkan sentimen risk-off akibat eskalasi konflik AS–Iran dan lonjakan harga minyak.
|Baca juga: OCBC (NISP) Bukukan Laba Bersih Rp5,1 Triliun di 2025, Ini Penopangnya!
Sentimen tersebut berbalik setelah pengumuman gencatan senjata dua pekan yang turut mendorong penguatan pasar regional dan meningkatkan aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menilai penguatan ini lebih mencerminkan perbaikan sentimen jangka pendek, sementara kondisi fundamental belum banyak berubah.
“Gencatan senjata ini memberikan katalis positif dalam jangka pendek, namun sifatnya masih sementara. Pasar tetap rentan terhadap perubahan sentimen apabila tidak diikuti de-eskalasi yang lebih berkelanjutan,” ujar Rully Arya Wisnubroto, dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 10 April 2026.
|Baca juga: 99,3% Tercakup JKN, tapi 58 Juta Peserta BPJS Kesehatan Berstatus Tidak Aktif, Ada Apa?
|Baca juga: OCBC (NISP) Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Siap Buyback Saham
Ia menambahkan pergerakan rupiah dan potensi arus keluar dana asing masih perlu dicermati di tengah tekanan global dan kondisi fiskal yang melebar. “Pergerakan rupiah masih berpotensi berada pada kisaran Rp16.900 hingga Rp17.100, sementara risiko capital outflow tetap terbuka,” tukasnya.
Dari sisi teknikal, penguatan IHSG telah menembus resisten sebelumnya di kisaran 7.117–7.222. Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji menilai kondisi ini merupakan sinyal awal perbaikan tren, meskipun konfirmasi lanjutan masih diperlukan.
|Baca juga: BI Bakal Setor Sisa Surplus Rp40 Triliun ke Pemerintah, Ini Rinciannya!
|Baca juga: BI Pastikan Stabilitas Rupiah hingga Sistem Keuangan, Ini Dampak Langsung ke ‘Dompet’ Masyarakat
“Selama IHSG mampu bertahan di atas area 7.200, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka. Namun, potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai setelah penguatan yang signifikan,” ujar Muhammad Nafan Aji.
Ia menambahkan level support baru berada di kisaran 7.117, sementara resisten berikutnya berada pada area 7.400. Di tengah penguatan pasar, risiko struktural masih perlu dicermati, termasuk defisit APBN yang meningkat menjadi 0,9 persen PDB serta ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.
Selain itu, review MSCI pada 12 Mei 2026 diperkirakan menjadi faktor penting dalam menentukan arah aliran dana asing ke pasar domestik.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
