1
1

OJK Dorong Pendalaman Pasar Modal Lewat Penguatan Suplai, Demand, dan Infrastruktur

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pelaku dan stakeholders pasar modal termasuk dengan SRO. Upaya itu dilakukan untuk memperdalam pasar keuangan dan mengembangkan serta menumbuhkan industri pasar modal Indonesia.

“Kami arahkan secara terintegrasi melalui pengembangan dan penguatan berbagai aspek pendalaman, yaitu dari sisi suplai, dari sisi demand, dan juga kita kuatkan kualitas infrastruktur penunjang pasar kita,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, Senin, 6 April 2026.

|Baca juga: OJK Awasi Khusus 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun, Ini Alasannya!

|Baca juga: OJK Catat Aset Industri Asuransi Tembus Rp1.219 Triliun, Premi Tumbuh Tipis di Awal 2026

Dari sisi suplai, lanjutnya, OJK mendorong peningkatan angka minimum free float, menghadirkan transparansi kepemilikan saham di atas satu persen, serta terus melakukan percepatan proses perizinan persetujuan emiten-emiten yang ada di dalam platform yang mengajukan permohonan untuk melakukan proses pencatatan.

“Tentu kita harapkan ini terus akan ada perbaikan sehingga jauh lebih efisien dan lebih kredibel,” kata Hasan, dalam konferensi pers RDK Bulanan (RDKB) Maret 2026.

|Baca juga: OJK Catat 6 BPR Dicabut Izinnya hingga Kuartal I/2026. Ini Daftar Perusahaannya!

|Baca juga: Universal Banking Mulai Dikaji, OJK Ingatkan Kesiapan Bank Belum Merata

Ke depan, tambahnya, OJK juga akan menghadirkan berbagai produk dan layanan baru, termasuk di luar produk-produk berbasis saham, misalnya, akan mendorong penguatan produk berbasis surat utang, structure products, keuangan derivatif, dan juga mendorong peningkatan aktivitas di segmen perdagangan karbon.

Secara teknis, masih kata Hasan, peningkatan free float ke depan akan memperbesar porsi saham yang benar-benar beredar, sehingga memperdalam order book, dan meningkatkan pendalaman pasar atau likuiditas dan transaksi harian di pasar saham Indonesia.

|Baca juga: Konflik Timur Tengah Berpotensi Tekan Kredit, OJK Ingatkan Risiko ke Daya Beli dan NPL

|Baca juga: Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik, APBN 2026 Tetap Terjaga!

Di sisi demand dan penguatan infrastruktur, masih kata Hasan, OJK akan berfokus pada perluasan basis investor, khususnya investor institusi domestik seperti dana pensiun, asuransi, treasury dari korporasi, serta di sisi lain akan mengembangkan produk-produk yang lebih variatif seperti di segmen ETF dan juga keuangan derivatif.

|Baca juga: OJK Catat 6 BPR Dicabut Izinnya hingga Kuartal I/2026. Ini Daftar Perusahaannya!

“(Hal itu) untuk menciptakan likuiditas yang lebih berlapis. Dari sisi infrastruktur, tentu kami akan terus menghadirkan infrastruktur yang meningkatkan aksesibilitas dan juga modernitas, sehingga lebih memudahkan dan lebih membuat nyaman penggunaan setiap sarana dan infrastruktur di pasar modal kita,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post PSAK 117 Bikin Industri Asuransi Keteteran, OJK Buka Opsi Mundurkan Tenggat Laporan Keuangan
Next Post Legislator Sebut IFG Life Diawasi Ketat Demi Jaga Keberlanjutan Industri Asuransi RI

Member Login

or