1
1

BEI Beberkan 8 Rencana Pengembangan Pasar Modal Syariah di 2026

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya meningkatkan pasar modal syariah di 2026. Setidaknya ada sejumlah rencana pengembangan pasar modal syariah yang akan dilakukan pada tahun ini yang harapannya bisa mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

“Karena tema untuk pasar modal syariah adalah kebangkitan menuju global maka kita akan mengemas event besar untuk mendukung tema besar kita yaitu 15 tahun kebangkitan pasar modal menuju global,” kata Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh, dalam Edukasi Wartawan, Kamis, 26 Februari 2026.

|Baca juga: Visa Prediksi Tren Belanja dengan Kartu di Indonesia Meningkat pada 2026

|Baca juga: Ini 4 Prioritas OJK dalam Penilaian Maturitas Keberlanjutan Perbankan

Untuk mendukung tema tersebut, Irwan dalam Edukasi Wartawan dengan tema ‘Pasar Modal Syariah: Menuju 15 Tahun Kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia‘ menyebutkan, terdapat delapan rencana pengembangan pasar modal syariah di 2026.

Pertama, edukasi. Kedua, program apresiasi. Menurutnya program apresiasi ini relevan dengan program pertama di mana BEI mengemas program-program yang dikembangkan untuk meningkatkan dan mendorong jumlah investor syariah dan jumlah transaksi syariah dengan berbagai program apresiasi.

“Kenapa kita katakan apresiasi karena kalau kita bilang lomba ada yang bilang syariah masa lomba. Jadi kita menggunakan pendekatan apresiasi,” jelasnya.

|Baca juga: OJK Luncurkan Laporan Penilaian Risiko Iklim dan Maturitas Keberlanjutan Perbankan

|Baca juga: Citi: Perdagangan Global Alami Transformasi Fundamental Didorong Adopsi AI

Ketiga, program talk show dan expo yakni akan ada Sharia Investment Week dan Event 15 Tahun Kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia serta Sharia Investor City. Keempat, pengelolaan digital.

Kelima, publikasi data yakni infografik investor syariah; pemetaan investor syariah; publikasi kinerja pasar modal syariah; publikasi statistik pasar modal syariah; infografik kinerja dan statistik pasar modal syariah; dan pengelolaan database pasar modal syariah.

Sumber. | Foto: BEI

Keenam, survei dan kajian pengembangan yang terdiri dari roadmap pasar modal syariah BEI 2026–2030; kajian dan dukungan fatwa; kajian instrumen dan efek syariah; survei literasi saham syariah; kajian bisnis syariah; dan kerja sama research center (pusat kajian pasar modal syariah).

|Baca juga: WOM Finance (WOMF) Guyur Dana Jumbo ke Maybank, untuk Apa?

|Baca juga: Maybank Indonesia (BNII) Salurkan Kredit Rp123,64 Triliun di 2025

Ketujuh, TOT dan capacity building yang terdiri dari capacity building AB SOTS; pendampingan sertifikasi SOTS; TOT AB SOTS; capacity building GI syariah; capacity building lembaga filantropi; dan IDX Islamic Community Gathering.

Kedelapan, pengembangan platform digital. “Kita sudah banyak event yang pendaftarannya sporadis. Jadi kalau bikin event ini (pendaftarannya sendiri). Kita mau kumpulkan. Kita punya database sehingga memudahkan mendata atau mengecek. Nah tahun ini kita punya platform digital khusus untuk pasar modal syariah,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Tokocrypto Tebar THR Rp250 Juta di Tengah Dinamika Ramadan Effect 2026
Next Post Premi Asuransi Umum India Tumbuh 14,9% di Januari 2026

Member Login

or