Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa arah kebijakan pengembangan pasar modal pada 2026 akan mengacu pada Roadmap Pengembangan Pasar Modal Indonesia 2023–2027. Kebijakan ini menjadi pijakan utama dalam mendorong pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Deputi Komisioner Pengawasan Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, mengatakan, kebijakan tersebut diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), serta berbagai masukan dari industri dan pemangku kepentingan. Penyelarasan ini dilakukan untuk memastikan kebijakan yang diambil relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
“Fokus kebijakan diarahkan untuk memastikan pasar modal Indonesia tumbuh lebih dalam, berintegritas, serta mampu menjadi sumber pembiayaan pembangunan nasional yang berkelanjutan,” jelas Eddy, dalam Konferensi Pers, dikutip Rabu, 31 Desember 2025.
|Baca juga: OJK Kembali Gelar Pertemuan dengan Lender Dana Syariah Indonesia
Ia menambahkan, Roadmap Pengembangan Pasar Modal Indonesia 2023–2027 menitikberatkan pada lima pilar atau program strategis utama. Pilar tersebut meliputi akselerasi pendalaman pasar, akselerasi keuangan berkelanjutan, penguatan pelaku industri, peningkatan perlindungan investor, serta penguatan layanan keuangan digital.
“OJK (juga) akan terus mendukung pengembangan keuangan berkelanjutan, diantaranya melalui upaya peningkatan penggunaan jasa baru perusahaan karbon dan penyusunan roadmap keuangan berkelanjutan Indonesia tahun 2026-2030 yang mungkin sebentar lagi akan kita luncurkan,” ujarnya.
Eddy mengungkapkan, memasuki 2026 pasar modal diperkirakan menghadapi tantangan yang semakin dinamis. Kondisi tersebut menuntut penguatan kebijakan dan koordinasi agar pasar modal tetap resilien di tengah ketidakpastian global.
Untuk itu, OJK berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah, termasuk ASTACITA, yang bertujuan memperkuat sektor-sektor ekonomi utama, meningkatkan daya saing nasional, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, OJK akan terus menjalin sinergi, kolaborasi, dan kerjasama yang baik dengan pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan termasuk rekan-rekan media,” pungkasnya.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
