Media Asuransi, JAKARTA – Infovesta Utama memperkirakan penguatan pada pasar saham, diprediksi berlanjut tetapi secara lebih terbatas. Pasar masih berpotensi menguat secara teknikal sehingga investor masih dapat memanfaatkan buy on weakness pada saham big-cap dengan valuasi undervalued.
“Dalam sepekan ke depan, pasar akan wait & see rilis data domestik seperti BI Rate dan pertumbuhan kredit. Sedangkan dari global akan ada tingkat inflasi dan PPI,” tulis Tim Riset Infovesta dalam Weekly Mutual Funds Update dikutip, Selasa, 15 Juli 2025.
Sedangkan pada obligasi, tren sideways dengan potensi kenaikan yield diprediksi akan terjadi dikarenakan peningkatan risiko geopolitik antara Iran dengan Israel.
|Baca juga: IHSG Tembus 7.000, IPOT Rekomendasikan Saham-saham terkait Suku Bunga
Dalam sepekan terakhir kinerja IDX Composite (IHSG) bergerak bullish sebesar +2,65% ke level 7.047,44 dipicu oleh menguatnya saham big bank dan seluruh indeks sektoral. Disisi lain, investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp1,88 triliun dalam sepekan. Dari sisi saham, top leader IHSG yakni BBRI (+5,72%), BMRI (+4,85%) dan BRPT (+16,13%).
Dari sentimen domestik, cadangan devisa Indonesia sedikit meningkat menjadi US$152,6 miliar. Peningkatan ini didukung oleh penerimaan pajak, penerimaan jasa, dan penerbitan obligasi global pemerintah. Kenaikan ini terjadi di tengah upaya Bank Indonesia yang berkelanjutan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar global yang terus tinggi.
|Baca juga: IHSG Naik ke Level Tertinggi 3 Pekan
Dari global, cadangan devisa China meningkat sebesar US$32,2 miliar menjadi US$3,32 triliun. Peningkatan ini didorong oleh depresiasi dolar AS yang berkelanjutan terhadap mata uang utama lainnya, seiring dengan kenaikan harga aset.
Kemudian, tingkat inflasi tahunan China naik sebesar 0,1% YoY. Hal ini menandai kenaikan inflasi konsumen tahunan pertama sejak Januari, didorong oleh acara belanja daring, peningkatan subsidi barang konsumsi dari China, dan meredanya risiko perdagangan dengan AS.
Pasar obligasi dalam sepekan terakhir ditutup menguat. Infovesta Gov. Bond Index naik tipis +0,24% ke level 10.875,46. Pergerakan Yield SBN 10 tahun bergerak bullish yakni turun sebesar -2,28bps WoW ke level 6,65%. Dari global, risalah pertemuan The Fed menunjukkan sebagian besar pejabat memperkirakan pemangkasan suku bunga akan dilakukan pada semester kedua tahun ini.
“Mereka juga menilai bahwa lonjakan harga akibat tarif impor dari Trump bersifat sementara atau moderat. Namun, hanya sedikit dukungan terhadap pemangkasan suku bunga pada pertemuan akhir Juli.”
Editor: Achmad Aris
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News