1
1

Pengumuman MSCI Disebut Picu Penurunan Tajam Pasar Saham Domestik

Investor sedang mengamati perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu, 28 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat koreksi tajam sebesar -7,34 persen atau turun -659,01 poin ke level 8.321,22. Pelemahan signifikan ini terjadi di tengah pergerakan positif bursa saham regional Asia, dengan tekanan utama berasal dari sentimen domestik, khususnya terkait pengumuman terbaru dari MSCI (Morgan Stanley Capital Internasional).

Sentimen negatif menguat setelah MSCI merilis pembaruan terkait proses free float assessment pada Selasa malam. Sebelumnya, pelaku pasar mengantisipasi adanya potensi perubahan metodologi perhitungan free float, terutama usulan pengecualian kepemilikan di atas lima persen, yang dinilai dapat berdampak pada bobot saham di indeks MSCI.

Namun demikian, hasil keputusan MSCI menunjukkan bahwa tidak terdapat penyesuaian pada periode Februari, karena sebelumnya pasar berekspektasi sejumlah emiten, termasuk BUMI dan ANTM, berpeluang masuk ke dalam indeks. MSCI menegaskan bahwa proses pemantauan akan dilanjutkan hingga Mei 2026, dengan fokus pada peningkatan transparansi serta penguatan tata kelola pasar modal Indonesia.

|Baca juga: Inilah Sinyal Peralihan Sentimen Pasar Saham Menurut MAMI

Dalam keterangan tertulis Eastspring Investments Indonesia disebutkan bahwa risiko yang perlu dicermati adalah apabila Indonesia gagal memenuhi kriteria tersebut, yang berpotensi memicu penurunan klasifikasi dari emerging market menjadi frontier market, dan pada akhirnya dapat mendorong arus keluar dana asing dalam skala signifikan.

Tekanan ini tidak hanya berdampak pada saham-saham yang secara langsung terkait dengan indeks MSCI, tetapi juga meluas ke saham-saham grup konglomerasi yang selama ini menjadi bagian dari fenomena ‘MSCI game’.

|Baca juga: Kepercayaan Investor Global Goyah, IHSG Terperosok Dalam

Sebelum koreksi pasar terjadi, strategi pengelolaan portofolio saham kami telah berada pada posisi yang relatif defensif dan terukur, dengan fokus pada sektor material, khususnya nikel dan emas, yang tidak terdampak langsung oleh dinamika MSCI. Eksposur terhadap saham berkapitalisasi besar serta saham grup konglomerasi juga telah dikurangi secara signifikan.

|Baca juga:Prospek Pasar Saham Indonesia Masih Cerah, Berikut Penopangnya!

Ke depan, portofolio akan secara bertahap diarahkan ke saham mid-cap dengan fundamental yang solid, kepemilikan asing yang relatif rendah, tidak termasuk dalam MSCI game, serta memiliki basis investor ritel yang tidak terlalu dominan. Sejumlah saham di sektor konsumer dan emiten berbasis emas dinilai memenuhi kriteria tersebut dan berpotensi memberikan ketahanan portofolio yang lebih baik.

Di sisi lain, pasar obligasi domestik terpantau relatif resilien. Imbal hasil SBN tenor lima tahun tercatat naik tipis sebesar satu bps (basis points) ke level 5,74 persen, sementara SBN tenor 10 tahun meningkat satu bps ke 6,37 persen. Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah sejauh ini bergerak menguat sekitar 0,45 persen ke level Rp16.692 per dolar AS, mencerminkan stabilitas di pasar keuangan domestik di tengah volatilitas pasar saham.

Risiko lanjutan yang perlu dicermati adalah potensi tekanan apabila terjadi pelemahan Rupiah akibat arus keluar portofolio asing, yang pada akhirnya dapat berdampak pada pasar obligasi. Namun demikian, stabilitas pasar obligasi ditopang oleh porsi investor domestik yang besar, sehingga pergerakannya cenderung lebih terkendali.

Investor disarankan untuk tetap tenang, menghindari keputusan terburu-buru, dan menerapkan strategi taktis melalui diversifikasi portofolio. Meskipun proses penyesuaian ini tidak mudah, diharapkan langkah-langkah ini akan meletakkan dasar bagi pasar saham Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan ke depannya.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Ajaib Dorong Pentingnya Literasi Transaksi Digital
Next Post Perdagangan Saham Sempat Dihentikan, IHSG Ditutup Memerah

Member Login

or