Media Asuransi, JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) menyampaikan arah strategi perusahaan ke depan. Hal tersebut mencakup percepatan pelaksanaan berbagai proyek pengembangan panas bumi, baik melalui pengembangan proyek-proyek strategis, portofolio co-generation, juga diversifikasi beyond electricity.
|Baca juga: PGE Dukung Proyek Green Terminal Tanjung Sekong
Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Yurizki Rio menjelaskan bahwa perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar US$432,73 juta sepanjang 2025. “Capaian ini menunjukkan kinerja PGE yang tetap berada pada jalur yang sehat, mencerminkan fundamental keuangan yang kuat. Hal ini turut tercermin dari EBITDA perseroan meningkat 1,94 persen secara tahunan menjadi US$330,35 juta dengan margin mencapai 76,34 persen. Melalui peningkatan tersebut, PGE menegaskan posisinya sebagai salah satu produsen energi panas bumi dengan tingkat profitabilitas tertinggi di dunia,” ungkap Yurizki dalam keterangannya, Kamis, 12 Maret 2026.
|Baca juga: PGE Resmikan Bulan K3 2026 di Area Ulubelu
Yurizki menjelaskan secara umum, berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2025, PGE membukukan pendapatan sebesar US$432,73juta, pencapaian laba bersih sebesar US$137,67 juta, EBITDA US$330,35 juta. Adapun perolehan total aset senilai US$3,03 miliar.
Yurizki mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, kinerja perseroan tetap solid dengan tingkat profitabilitas yang sehat. “Meskipun terdapat penurunan margin EBITDA yang terbatas merupakan konsekuensi dari fase transformasi untuk memperluas portofolio bisnis. Guna mendukung hal tersebut, PGE melakukan investasi strategis pada talenta, riset dan pengembangan, serta proyek eksplorasi yang mendukung target commercial operation date (COD) sekaligus menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perseroan,” katanya.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
