Media Asuransi, JAKARTA – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memberikan pernyataan mengejutkan yakni mengundurkan diri dari jabatannya. Iman menegaskan keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal yang anjlok beberapa hari terakhir.
“Sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, (saya) menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman, kepada para awak media, di press room BEI, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.
“Selanjutnya, Manajemen BEI akan menjalankan prosedur sesuai dengan dokumen tata kelola perusahaan dan ketentuan yang berlaku,” tambah Iman.
|Baca juga: AAUI Siapkan Amunisi Utama untuk Tingkatkan Penetrasi Asuransi Bencana di RI
|Baca juga: Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI Usai IHSG Babak Belur 2 Hari Beruntun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari belakangan mencatatkan penurunan tajam sehingga memicu trading halt dua hari berturut-turut. Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan indeks saham Indonesia pada Februari 2026 dinilai menjadi penyebab utama dari turunnya IHSG.
Profil Iman Rachman
Meski Iman Rachman mengaku bertanggung jawab atas penurunan IHSG, namun dirinya memiliki sepak terjang yang cukup panjang di industri keuangan, terutama di pasar modal. Bahkan, dalam kepemimpinannya, indeks acuan saham Indonesia mampu menembus All Time High (ATH) beberapa kali dan sempat menyentuh posisi 9.000.
|Baca juga: BRI (BBRI) Siap Tebar Dividen Interim Rp137 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini!
Melansir laman resmi Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman diangkat sebagai Direktur Utama BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Pria kelahiran 31 Mei 1972 di Jakarta ini meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung pada 1995.
Kemudian, ia melanjutkan pendidikan magisternya di Leeds University Business School, Inggris, dengan gelar Master of Business Administration (MBA) bidang keuangan pada 1997.
|Baca juga: OCBC (NISP) Bukukan Laba Bersih Rp5,1 Triliun di 2025
|Baca juga: Hadapi Dinamika Global, BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa
|Baca juga: BTN (BBTN) Berencana Akuisisi Perusahaan Asuransi di 2026, Ini Respons AAUI!
Iman mengawali kariernya sebagai Manajer PT Danareksa Sekuritas pada 1998–2003, kemudian menjabat Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas sepanjang 2003–2016.
Iman juga pernah dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis di perusahaan pelat merah, antara lain Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada 2016–2018, Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2018–2019, serta Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) pada 2019–2020.
Sebelum memimpin BEI, jabatan terakhir yang diemban Iman adalah Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) pada 2020–2022.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
