1
1

Proyeksi IHSG dan 4 Saham Pilihan yang Disarankan untuk Hari Ini

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melanjutkan koreksinya sebesar 0,46 persen ke level 8.951 pada akhir perdagangan saham Jumat pekan lalu, 23 Januari 2026. Level tersebut juga masih didominasi oleh tekanan jual dengan area penguatan dan koreksi yang disampaikan telah tercapai semua.

Melansir MNCS Daily Scoup Wave, Senin, 26 Januari 2026, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5, sehingga IHSG masih rawan terkoreksi. Meskipun menguat tapi akan cenderung terbatas menguji rentang 8.960-8,.98. Tetap cermati area koreksi yang berada di 8.708-8.790.

Support: 8.852-8.816
Resistance: 9.039-9.120

Berikut empat rekomendasi saham untuk hari ini:

ANTM – Buy on Weakness

ANTM menguat 1,66 persen ke level Rp4.290 namun masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat. Analis memperkirakan posisi ANTM saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii].
Buy on Weakness: Rp4.200-Rp4.280
Target Price: Rp4.440-Rp4.580
Stoploss: di bawah Rp4.200

|Baca juga: Bos BI Bawa 5 Kabar Buruk dari Ekonomi Global yang Dampaknya Menjalar ke Indonesia

|Baca juga: OJK Duga Penipuan dalam Pencairan Klaim Asuransi Jiwa Dilakukan Terorganisir

|Baca juga: LPS Catat 18 BPR/BPRS Masih dalam Proses Likuidasi hingga 22 Januari 2026

GTSI – Spec Buy

GTSI terkoreksi 8,87 persen ke level Rp370 dan masih didominasi oleh tekanan jual, posisinya pun masih downtrend dan break MA20. Analis memperkirakan posisi GTSI sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c].
Spec Buy: Rp318-Rp338
Target Price: Rp394-Rp418
Stoploss: di bawah Rp294

HRTA – Buy on Weakness

HRTA menguat 0,43 persen ke level Rp2.330 dan masih didominasi oleh tekanan jual dengan volume yang cenderung menurun. Koreksinya pun mampu tertahan oleh MA20. Saat ini, posisi HRTA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [iii] dari wave 5.
Buy on Weakness: Rp2.130-Rp2.300
Target Price: Rp2.490-Rp2.720
Stoploss: di bawah Rp2.050

TOBA – Buy on Weakness

TOBA menguat 1,2 persen ke level Rp840 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas klaster MA20 dan MA60. Analis memperkirakan posisi TOBA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [a] dari wave B.
Buy on Weakness: Rp745-Rp795
Target Price: Rp925-Rp1.040
Stoploss: di bawah Rp710

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Sah! Panji Irawan Resmi Jabat Dirut Bank Mandiri Taspen
Next Post Park Young Mock Resmi Jabat Presiden Komisaris Lippo Insurance (LPGI)

Member Login

or