Media Asuransi, JAKARTA – PT Indika Energy Tbk (INDY) memberikan klarifikasi resmi terkait fluktuasi tajam transaksi efek perseroan yang terjadi baru-baru ini. Dalam penjelasannya kepada otoritas bursa, perusahaan menegaskan hingga saat ini tidak ada informasi material yang disembunyikan dari publik.
Langkah klarifikasi ini merupakan respons cepat perseroan terhadap surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor S-00368/BEI.PP1/01-2026. Pihak otoritas sebelumnya menyoroti volatilitas transaksi saham INDY yang dinilai bergerak di luar kewajaran pasar pada awal Januari 2026.
Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono menyatakan perseroan telah melakukan penelaahan internal secara menyeluruh terhadap aktivitas saham perusahaan, khususnya pada periode perdagangan tanggal 7 hingga 9 Januari 2026. Hasilnya, manajemen tidak menemukan adanya aktivitas mencurigakan dari pemegang saham tertentu.
|Baca juga: Bidik Lonjakan Transaksi Kartu Kredit 20%, Permata Bank (BNLI) Gandeng Japan Airlines Gelar Travel Fair 2026
|Baca juga: Permata Bank (BNLI) Pasang Target Kredit Konsumer Tumbuh 10% di 2026
|Baca juga: Genjot Pertumbuhan Bisnis, Avrist General Insurance Resmikan Kantor Pusat Baru di Wisma 46
“Perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan,” ujar Adi Pramono, dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip Senin, 19 Januari 2026.
Selain membantah adanya informasi material yang tertunda, manajemen juga memastikan tidak ada agenda yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Perusahaan mengonfirmasi tidak memiliki rencana aksi korporasi yang dapat memengaruhi pencatatan saham di bursa, setidaknya untuk periode tiga bulan mendatang.
|Baca juga: Mirae Asset Sebut Konsistensi Kebijakan dan Kepastian Arah Ekonomi Perkuat Kepercayaan Investor
|Baca juga: Pengamat Yakin POJK Baru Asuransi Kesehatan Mampu Tekan Rasio Klaim Jadi 50%
|Baca juga: Ekonom Bank Mandiri: Inflasi Terkendali Jadi Modal Konsumsi Domestik Topang Pertumbuhan di Awal 2026
Ketegasan ini sekaligus menepis spekulasi pasar mengenai kemungkinan adanya perubahan struktur kepemilikan. Berdasarkan komunikasi internal manajemen, pemegang saham utama dan pengendali telah memberikan konfirmasi bahwa mereka tidak memiliki rencana khusus terkait kepemilikan saham mereka di perseroan saat ini.
“Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa, paling tidak dalam tiga bulan mendatang,” pungkas Adi.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
