Media Asuransi, JAKARTA – Ketika ekonomi mengalami pelemahan atau resesi, pasar saham biasanya ikut tertekan. Namun, tidak semua saham bereaksi sama terhadap guncangan ekonomi. Ada kelompok saham yang dikenal lebih stabil dan mampu bertahan di tengah ketidakpastian — inilah yang disebut saham defensif.
Dikutip dari blog BRI Danareksa Sekuritas, disebutkan, bagi investor yang ingin menjaga portofolio tetap aman, berinvestasi pada saham defensif adalah strategi cerdas. Artikel ini akan membahas apa itu saham defensif dan lima contoh saham yang layak dipertimbangkan di tengah ancaman resesi.
|Baca juga: Jajaran Petinggi BCA Kompak Borong Saham BBCA untuk Investasi Jangka Panjang
Apa Itu Saham Defensif?
Saham defensif berasal dari perusahaan yang produknya tetap dibutuhkan masyarakat, bahkan ketika kondisi ekonomi memburuk. Permintaan terhadap produk-produk mereka relatif stabil karena bersifat kebutuhan pokok.
Ciri-ciri saham defensif:
– Permintaan produk tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi ekonomi.
– Memiliki fundamental kuat dan laba stabil.
– Sering memberikan dividen rutin.
– Harga saham cenderung lebih tahan terhadap fluktuasi ekstrem.
- UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk) – Sektor Konsumer Primer
Unilever adalah salah satu perusahaan konsumer terbesar di Indonesia dengan produk yang selalu dibutuhkan, seperti sabun, pasta gigi, dan kebutuhan rumah tangga. Saat daya beli menurun, masyarakat tetap membeli produk-produk esensial ini.
Alasan defensif: permintaan konstan dan dividen stabil setiap tahun.
|Baca juga: Mau Mengetahui Bedanya Reksa dana, Saham, dan Obligasi? Baca Informasi Berikut!
- ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk) – Sektor Makanan dan Minuman
Sebagai produsen Indomie, susu, dan makanan siap saji, Indofood CBP tetap mencatat penjualan tinggi bahkan di masa sulit. Saat resesi, masyarakat cenderung memilih makanan praktis dan terjangkau.
Alasan defensif: produk kebutuhan pokok dan margin keuntungan stabil.
- KLBF (PT Kalbe Farma Tbk) – Sektor Kesehatan
Kebutuhan obat-obatan dan suplemen tetap tinggi di segala kondisi ekonomi. Kalbe Farma memiliki portofolio produk luas dari obat generik hingga vitamin.
Alasan defensif: permintaan kesehatan konstan dan prospek sektor kesehatan jangka panjang positif.
- TLKM (PT Telkom Indonesia Tbk) – Sektor Telekomunikasi
Koneksi internet dan komunikasi sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat modern. Selama pandemi maupun resesi, aktivitas digital tetap berjalan, menjadikan Telkom Indonesia relatif tahan krisis.
Alasan defensif: pendapatan stabil dari layanan telekomunikasi dan digital.
|Baca juga: OJK Genjot Free Float Saham hingga 15% untuk Perdalam Pasar Keuangan
- PGAS (PT Perusahaan Gas Negara Tbk) – Sektor Utilitas
Sektor utilitas seperti gas dan energi dasar tetap dibutuhkan masyarakat maupun industri. Meskipun pertumbuhan bisa melambat, kebutuhan dasar energi tidak hilang.
Alasan defensif: bisnis berbasis layanan publik dan arus kas stabil.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
