1
1

Hang Seng Melemah Respons Data Penjualan Ritel China

Ilustrasi. | Foto: Freepik/starline

Media Asuransi, JAKARTA – Bursa Saham Hong Kong melanjutkan penurunan tajamnya pada hari Selasa, 16 Desember 2025, karena investor menjadi lebih berhati-hati terhadap prospek pertumbuhan China dan menunggu sinyal baru dari data ekonomi AS.

|Baca juga: Nieko Kusuma Diangkat Menjadi Presiden Direktur CIMB Niaga Sekuritas

Indeks Hang Seng turun sekitar 393,47 poin, atau sekitar 1,5 persen, menjadi 25.235,41. Indeks Hang Seng China Enterprises turun 159,77 poin, atau hampir 1,8 persen, menjadi 8.757,93.

Data makroekonomi China yang dirilis pada hari Senin menunjukkan perekonomian tertinggal pada bulan November karena pertumbuhan total penjualan ritel turun 1,3 persen dari tahun ke tahun menjadi 4,390 triliun yuan, sementara pertumbuhan harga pabrik melambat menjadi 4,8 persen dari 4,9 persen pada bulan Oktober.

Investasi aset tetap China juga menurun selama bulan tersebut, sementara harga rumah baru turun, meningkatkan kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia.

|Baca juga: IHSG Ditutup Menguat ke 8.686,46

Seorang analis SPDB International di Hong Kong mengatakan sentimen investor akan berfluktuasi liar karena saham bergerak ke tahap konsolidasi, seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post.

Sementara itu, pasar tampaknya telah mengalihkan fokus mereka ke laporan pekerjaan AS yang sangat ditunggu-tunggu untuk mengetahui apakah Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga lebih dari sekali tahun depan, lapor Reuters. Fed sendiri memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026.

Dalam berita perusahaan, Guoxia Technology mencatatkan debut yang kuat di Hong Kong. Penyedia sistem penyimpanan energi tersebut ditutup pada harga HKD43,80 per saham, 118% lebih tinggi dari harga penawaran umum perdana sebesar HKD20,10.

Editor: Irdiya Setiawan

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Duta Bakti BCA Dampingi Program Pembinaan Wastra Warna Alam Sumba Timur
Next Post BSI (BRIS) Siapkan Uang Tunai Rp15,49 Triliun Sambut Natal dan Tahun Baru 2026

Member Login

or