Media Asuransi, GLOBAL – Harga emas melemah di perdagangan Selasa, 24 Maret 2026, seiring munculnya sinyal deeskalasi perang Israel-AS vs Iran, Di pasar spot, logam mulia diperdagangkan di US$4.341,95 per troy ons, melemah 1,32 persen atau US$64,55 pada pukul 11.39 WIB.
Sejak emas menyentuh rekor pada Rabu, 28 Januari 2026,di harga tertinggi di US$5.391,42 per troyn ons, harga emas terus merosot. Harga emas dipicu ketidakpastian geopolitik dan keputusan suku bunga The Fed. Dengan demikian harga emas telah terpangkas lebih dari US$1.000 per troy ons.
|Baca juga: Airlangga Sebut Emas Jadi Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Global
Dikutip dari Investopedia, Selasa, mantan perwira senior intelijen pertahanan Israel dan analis Danny Citrinowicz mengatakan di media sosial bahwa tujuan pemerintahan Trump dalam perang ini tampaknya telah bergeser dari perubahan rezim ke pembukaan kembali Selat Hormuz.
Meskipun jalan menuju de-eskalasi telah muncul, “konflik belum berakhir,” katanya. “Namun, satu pertanyaan kunci tetap ada—jika dalam lima hari Iran belum membuka kembali Selat, kemungkinan ancaman saja tidak akan mengubah hal itu,” katanya.
|Baca juga: Antam dan Merdeka Group Teken MoU untuk Perkuat Kedaulatan Emas Nasional
Sementara itu, dolar AS telah melemah, yang merupakan pertanda baik bagi harga logam mulia, karena emas biasanya dibayar dengan dolar, sehingga lebih menarik ketika dolar AS melemah. Sementara itu, reli aset berisiko secara keseluruhan tampaknya memberikan dorongan bagi pasar kripto.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
