Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025, anjlok signifikan karena pelaku pasar merespons peristiwa demonstrasi yang menewaskan seorang driver ojol. IHSG terpangkas 2 persen atau 180,8 poin ke level 7.7713.
|Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah, Ajaib Sarankan Koleksi Saham RAJA, SILO, BRMS
IHSG anjlok di saat bursa regional kompak menghijau merespons kinerja para emiten di kuartal kedua dan juga peluang pemangkasan bunga Federal Reserve.
Demonstrasi mahasiswa dan buruh yang berlangsung hingga malam hari menimbulkan korban tewas seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan yang terlindas kendaraan taktis Brimob. Suasana tegang di beberapa tempat di Jakarta menimbulkan kekhawatiran suasana keamanan. Namun petinggi kepolisian sudah menjawab akan bertanggungjawab atas peristiwa ini.
|Baca juga: Fitch Tarik Peringkat XLSMART dengan Peringkat Terakhir BBB-
Fokus investor kini beralih ke data inflasi utama AS yang akan dipublikasikan hari ini sebagai sinyal lebih lanjut prospek suku bunga the Fed. Di pasar yang lebih luas, fokus kini beralih ke rilis data indeks harga PCE AS – ukuran inflasi pilihan The Fed – pada hari Jumat.
Total volume transaksi bursa mencapai 33,99 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 13,31 triliun. Sebanyak 662 saham turun harga, 89 naik harga dan 49 flat.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News