1
1

IHSG Ditutup Menguat di Sesi I Senin

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA  – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi I Senin, 5 Januari 2026 berakhir di zona hijau. IHSG ditutup menguat 0,65 persen atau 56,71 poin ke level 8.804,84 pada akhir perdagangan sesi I.

Sebanyak 362 saham naik, 302 saham turun dan 141 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 40,55 miliar saham dengan total nilai Rp 19,58 triliun.

|Baca juga: IHSG Melesat ke 8.748 di Penutupan Perdagangan Awal Tahun

IHSG dibuka di tengah sentimen geopolitik dunia. Investor sedang menilai dampak peristiwa dramatis akhir pekan lalu, dimana pasukan militer Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro di istananya. Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa ia menempatkan Venezuela di bawah kendali sementara Amerika.

Sementara data ekonomi nasional siang ini  yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan surplus perdagangan Indonesia pada November tercatat sebesar US$2,66 miliar. Meski lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, capaian tersebut berada di bawah ekspektasi pasar akibat pelemahan ekspor yang lebih besar dari perkiraan.

Survei Reuters sebelumnya memperkirakan surplus perdagangan Indonesia mencapai US$3,06 miliar pada November, setelah negara ini membukukan surplus US$2,39 miliar pada Oktober.

Sepanjang 2025, surplus perdagangan Indonesia cenderung melebar. Kinerja tersebut sempat ditopang oleh lonjakan ekspor pada awal tahun, seiring percepatan pengapalan barang sebelum penerapan tarif Amerika Serikat pada Agustus. Di sisi lain, pertumbuhan impor menunjukkan perlambatan.

Namun, pada November kinerja ekspor melemah signifikan. Nilai ekspor tercatat turun 6,60 persen secara tahunan menjadi US$22,52 miliar, jauh lebih dalam dibandingkan perkiraan analis yang hanya memprediksi penurunan 0,53 persen.

Editor: Irdiya Setiawan

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BBCA Umumkan Likuidasi BCA Finance di Hong Kong, Ini Alasannya!
Next Post Swiss Re Bawa Kabar Buruk Meski Industri Asuransi Jiwa dan Kesehatan Terus Cetak Cuan

Member Login

or