1
1

IHSG Ditutup Menguat ke Level 8.859

Investor sedang mengamati perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin, 5 Januari 2026. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG bertambah 1,27 persen, setara 111,06 poin ke level 8.859,19 pada penutupan perdagangan.

Total volume perdagangan saham di BEI hari Senin mencapai 69,50 miliar dengan nilai transaksi Rp30,01 triliun. Sebanyak 446 saham menguat, 246 saham melemah dan 114 saham stagnan.

Laporan Valueparters, dikutip dari Wall Street Journal, Senin, menyebutkan  valuasi pasar saham Asia Tenggara dinilai masih berada pada level yang menarik, dan mulai terlihat tanda-tanda awal aliran modal kembali masuk ke sejumlah pasar di kawasan.

Hal tersebut mencerminkan stabilisasi sentimen investor secara bertahap dari sikap yang sebelumnya sangat berhati-hati. Meski ketegangan sosial dan politik dinilai masih berlanjut, minat investor terhadap saham Indonesia diperkirakan akan berangsur membaik.

Minat investor asing pada saham di Bursa Efek Indonesia meningkat dengan aliran dana asing terus masuk. Nilai jual bersih asing yang mencapai lebih dari Rp50 triliun hingga Agustus 2025, menciut menjadi Rp18,36 triliun di akhir Desember lalu karena capital inflow berbalik deras masuk ke bursa saham Indonesia.

Data ekonomi terbaru dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan surplus perdagangan Indonesia pada November tercatat sebesar US$2,66 miliar. Meski lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, capaian tersebut berada di bawah ekspektasi pasar akibat pelemahan ekspor yang lebih besar dari perkiraan.

Survei Reuters sebelumnya memperkirakan surplus perdagangan Indonesia mencapai US$3,06 miliar pada November, setelah negara ini membukukan surplus US$2,39 miliar pada Oktober.

Sepanjang 2025, surplus perdagangan Indonesia cenderung melebar. Kinerja tersebut sempat ditopang oleh lonjakan ekspor pada awal tahun, seiring percepatan pengapalan barang sebelum penerapan tarif Amerika Serikat pada Agustus. Di sisi lain, pertumbuhan impor menunjukkan perlambatan.

Editor: Irdiya Setiawan 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Taspen Siap Capai Target Zero Fraud di 2026
Next Post Produksi Pupuk Kaltim di 2025 Melampaui Target

Member Login

or