Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir perdagangan Selasa ditutup melemah. IHGS terpangkas 0,26 persen atau 18,39 poin ke level 6.971,02 pada akhir perdagangan Selasa.
|Baca juga: Mirae Asset Soroti Tekanan Eksternal saat IHSG Melemah dan Rupiah di Atas Rp17.000
Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 26,74 miliar saham dengan total nilai Rp 13,12 triliun. Sebanyak 250 saham naik, 407 saham turun dan 158 saham stagnan.
Sentimen geopolitik seputar perang di Timur Tengah masih menjadi penekan. Berita negatrif yaitu ditolaknya proposal perdamaian perang dari AS dan makin dekatnya deadline penerimaan proposal nanti malam membuat khawatir pelaku pasar.
|Baca juga: Harga Saham Melejit dalam 2 Bulan, OJK Diminta Selidiki Dugaan Permainan Saham Gorengan!
Menanggapi proposal AS melalui mediator Pakistan, Teheran menolak gencatan senjata dan mengatakan bahwa pengakhiran permanen perang itu perlu, dan menolak tekanan untuk membuka kembali selat tersebut.
Hal ini menyusul ultimatum yang semakin agresif dari Trump, yang telah mengancam akan menghujani Teheran dengan “neraka” jika gagal mematuhi tenggat waktu pukul 8 malam EDT Selasa (00.00 GMT Rabu) untuk membuka kembali selat tersebut, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.
|Baca juga: IHSG Ditutup di Bawah Level 7.000
“Presiden Trump tampaknya semakin berbicara secara reaktif atau ad hoc, dan pesannya menjadi kurang konsisten. Akibatnya, pasar tampaknya tidak lagi menganalisis setiap pernyataan dengan tingkat sensitivitas yang sama seperti sebelumnya,” kata Hitoshi Asaoka, kepala strategi di Asset Management One.
“Meskipun ia terus merujuk pada tenggat waktu atau batas waktu tertentu, investor tampaknya kurang mempercayai tanggal-tanggal tersebut daripada sebelumnya.”
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
