Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah di awal perdagangan Senin, 9 Februari 2026 namun berbalik arah menjadi menguat di akhir perdagangan sesi pertama. IHSG menguat 0,98 persen atau 77,55 ke 8.012,81.
|Baca juga: AAJI Tegaskan Gejolak Pasar Modal Tidak Ganggu Stabilitas Investasi Industri Asuransi Jiwa
Total volume transaksi bursa mencapai 23,35 miliar saham dengan nilai transaksi Rp9,59 triliun. Sebanyak 423 saham naik 244 turun dan 152 saham stagnan. Penguatan IHSG disokong oleh sebagaian besar indeks sektoral. Indeks dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Baku yang melesat 3,83 persen di akhir sesi pertama.
|Baca juga: IHSG Diramal Menguat, Berikut 6 Saham Pilihan yang Disarankan untuk Trading Hari Ini
Bank of America (BofA) memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia berpotensi meningkat ke kisaran 5,3 persen -5,4 persen dalam beberapa kuartal mendatang, setelah bertahan di sekitar 5 persen sepanjang sebagian besar tahun dekade terakhir. Proyeksi tersebut disampaikan ekonom
BofA menilai kelonggaran ekonomi masih cukup besar. Kondisi tersebut tercermin dari permintaan domestik yang belum solid, pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM ) yang masih lemah, serta kenaikan upah yang terbatas.
Dalam konteks ini, Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga kebijakan lebih lanjut hingga 75 basis poin menjadi sekitar 4 persen di tahun ini.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
