Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menurun tajam di sesi I Jumat, 6 Februari 2026. IHSG tergerus 2,83 persen atau 229 poin ke level 7.874 pada akhir perdagangan sesi I, usai lembaga pemeringkat utang Moody’s menurunkan outlook credit rating Indonesia dari stable menjadi negatif.
|Baca juga: IHSG Masih Tertekan di Perdagangan Kamis
Indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.025 dan terendah di level 7.861 Terdapat 89 saham menguat, 671 saham melemah dan 57 saham stagnan. Frekuensi transaksi mencapai 1,43 juta kali dengan nilai Rp10,46 triliun sementara volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I mencapai 22,23 miliar saham.
Moody’s menurunkan peringkat kredit Indonesia karena meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kebijakan fiskal dan tata kelola di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Meskipun Moody’s mempertahankan peringkat investasi Indonesia pada level Baa2, lembaga tersebut memperingatkan adanya risiko penurunan peringkat jika pemerintah gagal mengatasi tekanan fiskal, menyusutnya cadangan devisa, dan beban utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
|Baca juga: Pengumuman MSCI Disebut Picu Penurunan Tajam Pasar Saham Domestik
Namun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakinkan semua pihak bahwa Indonesia masih sanggup membayar utang-utang luar negeri, baik dalam bentuk global bond, SBN maupun utang langsung dari kreditor.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
