Media Asuransi, JAKARTA – Baru memasuki hari ketiga perdagangan awal tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah memecahkan rekor tertinggi baru setelah Senin kemarin menguat signifikan. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menyentuh level rekor tertinggi baru dengan naik 0,84 persen atau 74,41 poin ke level 8.933,60 pada penutupan perdagangan Selasa, 6 Januari 2026.
|Baca juga: Alamtri (ADRO) Umumkan Kurs Dividen Tunai Interim 2025, Investor Dapat Rp145 per Saham
Total volume perdagangan saham di BEI pada Selasa mencapai 67,58 miliar dengan nilai transaksi Rp 33,90 triliun. Ada 428 saham yang menguat, 256 saham yang melemah dan 127 saham yang stagnan.
IHSG pecah rekor di saat bersamaa dengan pecah rekornya indeks saham Asia lainnya, yaitu Nikkei Jepang yang .encatat rekor penutupan tertinggi pada hari ini. Nikkei menguat karena prospek keuntungan perusahaan domestik membaik.
|Baca juga: Berikut 4 Rekomendasi Saham Pilihan untuk Jemput Cuan di Awal 2026
Indeks Nikkei naik 1,32 persen dan ditutup pada 52.518,08. Indeks tersebut naik 4 persen dalam dua sesi pertama tahun ini, mengikuti kekuatan Wall Street. Indeks Topix yang lebih luas juga ditutup pada rekor tertinggi, naik 1,75 persen menjadi 3.538,44.
Kenaikan indeks global di tengah euforia penguatan indeks Wall Street semalam didorong saham-saham perusahaan produsen minyak terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Perusahaan minyak besar AS mendapat dorongan dari serangan militer negara itu pada akhir pekan yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
|Baca juga: IHSG Kembali Menguat di Sesi I
Laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang sangat dinantikan, yang akan dirilis pada hari Jumat, akan menjadi kunci dalam membentuk ekspektasi terhadap prospek kebijakan moneter. Data ini akan menentukan kebijakan Federal Reserve dalam menentukan bunga acuan yang akan mempengaruhi bursa saham global.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
