Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas dalam pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat, 23 Januari 2026. IHSG melorot 115 poin atau 1,28 persen ke level 8.876. Investor masih rajin merealisasikan keuntungan di tengah bursa saham regional yang melaju positif.
|Baca juga: IHSG Tertekan Dalam di Sesi I Rabu
Volume perdagangan selama sesi ini melibatkan 40,9 miliar saham. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp18,39 triliun. Sebanyak 585 saham turun, 124 saham naik, dan 95 saham stagnan.
Di kawasan Asia-Pasifik, pasar saham mayoritas bergerak naik mengikuti reli Wall Street, seiring meredanya kekhawatiran geopolitik global. Investor juga mencermati keputusan Bank of Japan (BOJ) yang mempertahankan suku bunga acuannya.
|Baca juga: IHSG Ditutup Melemah Saat Bursa Regional Menguat
Bank sentral Jepang mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya di 0,75% seiring negara tersebut bersiap menghadapi pemilihan umum di mana Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang mendukung pelonggaran moneter dan dukungan fiskal, akan menghadapi pemilih untuk pertama kalinya.
Tim Analis HSBC mengatakan pihaknya memperkirakan kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) sebesar 25 basis poin berikutnya akan terjadi pada Juli 2026. Tetapi memperingatkan bahwa depresiasi yen lebih lanjut dapat mempercepat waktu tersebut dan membuka pintu bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
