Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 18 November 2025, berakhir di zona merah. IHSG terkoreksi 0,65 persen atau terpangkas 54,95 poin ke level 8.361,92 pada penutupan perdagangan.
|Baca juga: IHSG Sesi I Terkoreksi Tertekan Bursa Regional
IHSG mengikuti bursa regional yang terkoreksi akibat aksi jual saham-saham teknologi terkait artificial intelligence (AI). Hal ini dipicu riset bank-bank investasi besar yang menyatakan saham-saham tersebut sudah terlalu mahal atau overvalue.
Selain sentimen saham teknologi yang bubble, pasar juga dhantui pemangkasan bunga Federal Reserve yang tertahan di Desember. Juga situasi geopolitik memanas antara Jepang dan China yang dipicu pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang memungkinan keterlibatan Jepang dalam konflik jika China mencoba menginvasi Taiwan.
|Baca juga: Orange Forum Tutup Kesenjangan Pembiayaan SDG
Sebanyak 10 indeks sektoral dari total 11 sektor di BEI melemah. Sektor yang turun paling dalam adalah energi 2,22 persen, disusul barang konsumer non primer 1,61 persen, barang baku 1,32 persen, perindustrian 1,12 persen, transportasi 0,78 persen.
Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 40,56 miliar dengan nilai transaksi Rp 19,48 triliun. Ada 418 saham yang menguat, 230 saham yang melemah dan 162 saham yang stagnan.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
