Media Asuransi, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di akhir perdagangan Senin, 9 Maret 2026. IHSG terpangkas 3,27 persen atau 248,31 poin ke 7.337,36 pada akhir perdagangan hari ini.
|Baca juga: IHSG Anjlok Dalam Selama Sepekan
Sebanyak 68 saham naik, 708 saham turun dan 41 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 46,39 miliar saham dengan total nilai Rp23,48 triliun
Pelemahan IHSG seiring melemahnya indeks saham Asia karena harga minyak yang melonjak tinggi hari ini. Selain itu outlook negatif yang disematkan lembaga pemeringkat Fitch ke Indonesia turut menjadi faktor pelaku pasar melepas aset pasar modal Indonesia.
Harga minyak mendekati level US$120 per barel untuk pertama kalinya sejak 2022. Harga minyak melonjak sekitar 25 persen pada hari Senin ke level tertinggi sejak pertengahan 2022. Brent berada di jalur untuk mencetak rekor kenaikan satu hari.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik ke level tertinggi US$119,50 per barel dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ke US$119,48 per barel.
|Baca juga: Direktur XL Axiata Borong Saham EXCL di Harga Rp2.700, Kini Kantongi 5 Juta Lembar!
Lonjakan ini terjadi setelah produsen minyak utama Timur Tengah, termasuk Kuwait, Iran, dan Uni Emirat Arab, memangkas produksi minyak menyusul penutupan Selat Hormuz. Tingginya harga minyak dikhawatirkan memicu inflasi tinggi di berbagai belahan dunia, terutama Asia yang sangat bergantung pada minyak.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
