Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dalam di sesi I, Rabu, 4 Maret 2026. IHSG tergerus hingga 4,32 persen atau 343,19 poin ke 7.596,57 pada akhir perdagangan sesi I.
|Baca juga: 3 Ramalan Bos OJK dan Jurus Antisipasinya saat Konflik Timur Tengah Memanas
Sebanyak 63 saham naik, 713 saham turun dan 37 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 35,07 miliar saham, dengan total nilai Rp18,10 triliun.
Rupiah terpantau melemah seiring dolar yang perkasa di tengah situasi Perang Iran vs Israel-AS. Situasi perang dikhawatirkan meluas karena Iran terus aktif menembakkan rudalnya ke negara tetangga, dan menyasar fasilitas penting seperti Pelabuhan dan bandar udara. Data Bloomberg menunjukkan bahwa pada pukul 09.23 WIB, rupiah merosot 0,29 persen ke level Rp 16.921 per dollar AS.
|Baca juga: Perang AS-Israel dan Iran Membara, Begini Siasat OJK Jaga Stabilitas Pasar Modal
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat harga minyak mentah dunia merangkak naik dan kini harga minyak WTI telah menyentuh US$84 per barel, harga tertinggi di tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah siap menyesuaikan belanja negara apabila harga minyak global melonjak tajam. Menurutnya, jika harga minyak dunia mencapai kisaran US$90 hingga US$92 per barel, tanpa penyesuaian anggaran, defisit berpotensi melebar hingga sekitar 3,6% PDB. Dalam APBN 2026, asumsi harga minyak mentah domestik dipatok sebesar US$70 per barel.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
