Media Asuransi, JAKARTA – Siapa bilang untuk berinvestasi harus memiliki uang banyak? Mereka yang berpenghasilan Upah Minimum Provinsi (UMP) bahkan di bawahnya bisa juga berinvestasi untuk menyiapkan masa depan. Bahkan mahasiswa yang belum berpenghasilan pun bisa menyisihkan sebagian uang pemberian orang tua untuk berinvestasi.
|Baca juga: Tahun Baru Wajib Jadi Semangat untuk Kelola Keuangan, Begini 5 Cara Memulainya!
Berikut instrumen investasi yang bisa terjangkau dengan nominal rendah:
- Reksa Dana
Dengan modal mulai dari Rp 100.000, mahasiswa sudah bisa melakukan pembelian reksa dana yang ditawarkan oleh sebuah manajer investasi (MI). Untuk yang belum tahu mengenai reksa dana, reksa dana adalah wadah investasi kolektif yang menghimpun dana dari banyak investor untuk dikelola oleh Manajer Investasi profesional ke dalam berbagai instrumen pasar modal seperti saham, obligasi, atau pasar uang, sehingga investor pemula bisa berinvestasi dengan modal terjangkau, diversifikasi, dan tanpa perlu pusing menganalisis pasar sendiri karena dikelola ahli.
Jika kamu menjadi trader saham, untuk membeli saham yang bagus berkapitalisasi besar seperti saham Bank BCA, Bank Mandiri atau Indofood, kamu harus mempersiapkan dana lebih dari Rp500.000. Karena untuk membeli saham di Bursa Efek Indonesia, kamu harus membeli minimal 1 lot saham, yang berarti 100 saham. Dengan harga saham BBCA di angka Rp8.025, berarti kamu harus menyiapkan dana Rp802.500, demikian pula dengan saham Bank Mandiri yang saat ini di harga Rp5.075, kamu harus menyediakan uang Rp507.500.
|Baca juga: Mengenal Reksa Dana Terproteksi, Lebih Menjanjikan daripada Deposito dengan Risiko Terukur
Demikian pula dengan surat utang atau obligasi yang harga satuannya jutaan rupiah dan pasar uang seperti deposito yang mensyaratkan minimal Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk mendepositkan dana nasabah selama periode tertentu.
Nah, dengan cara reksa dana, kamu bisa memiliki ketiga instrument keuangan itu, cukup dengan Rp100.000 karena MI membeli instrumen tersebut secara urunan dari ratusan bahkan ribuan investor.
- Surat Utang
Obligasi ritel seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan juga obligasi korporasi diterbitkan dalam nominal Rp1 juta. Untuk yang berpenghasilan UMP, terutama mereka yang belum berkeluarga tentu nilai tersebut masih terjangkau. Dengan menyisihkan Rp1 juta per bulan, kamu bisa mendapatkan penghasilan pasif dari bunga atau kupon obligasi sampai kamu menunggu obligasi ini jatuh tempo. Tenor atau waktu jatuh tempo obligasi ini bervariasi, antara 1,3 hingga 5 tahun.
|Baca juga: Obligasi Berkelanjutan Bank Mandiri (BMRI) Oversubscribed 3,10 Kali
Kamu juga bisa menjual obligasi ini di tengah periode tenor, jika kamu butuh uang. Caranya, adalah dengan kamu menghubungi perusahaan sekuritas atau bank untuk menjadi perantara penjualan obligasi ini.
- Saham
Berinvestasi di saham juga tidak memerlukan dana besar karena banyak perusahaan sekuritas saat ini yang menawarkan pembukaan akun saham dengan deposit Rp100.000, bahkan ada yang tanpa minimum deposit sama sekali, meskipun aturan BEI tetap mewajibkan pembelian minimal 1 lot (100 lembar) saham. Dokumen utama yang diperlukan adalah KTP dan NPWP (jika ada).
Namun untuk tahap berikutnya, kamu harus menyediakan dana lebih dari itu, terutama jika ingin membeli saham-saham dengan harga Rp5.000 hingga puluhan ribu per saham karena syarat membeli saham sebuah emiten, kamu harus membeli minimal 100 lembar saham atau 1 lot saham.
|Baca juga: 4 Menu Saham di Awal Tahun untuk Jemput Rezeki
Demikian instrument investasi yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah. Semoga informasi ini bermanfaat.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
