Media Asuransi, JAKARTA – Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak anjlok hingga 16 persen seperti yang terjadi pada akhir Januari lalu, sangat besar kemungkinan menyebabkan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana berbasis saham atau campuran yang kamu miliki nilainya ikut turun. Saat itu pernyataan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan kocok ulang isi saham-saham asal Indonesia menyebabkan investor asing ‘kabur’ dari pasar saham.
|Baca juga: Reksa Dana Wajib Punya Minimum Dana Kelolaan, Ini Maksudnya!
Pertanyaannya, bagaimana kita menyiapkan strategi untuk menghadapi market yang tengah bergejolak? Simak beberapa langkah berikut ini yang bisa kamu lakukan jika nilai investasi reksa dananya turun, dikutip dari blog Samuel Aset Manajemen.
- Tetap tenang
tidak ikut-kutan panik tapi pantau kondisi pasar dan menunggu hingga kepanikan selesai. Kepanikan di market akan selalu ada ujungnya kok! - Cek kembali tujuan keuanganmu
Meskipun gejolak nilai reksa dana tidak bisa ditebak, tetapi dengan perencanaan yang baik, kita bisa lebih siap menghadapi risiko yang akan datang.
|Baca juga: Jangan Asal Pinjam, Ini 4 Momen Tepat Ajukan Pinjaman Usaha!
- Alihkan
Untuk mengantisipasi potensi kerugian yang lebih besar, kamu bisa melakukan switching atau pengalihan dari jenis reksa dana yang risiko tinggi ke risiko yang lebih rendah, misalnya dari reksa dana saham ke reksa dana pasar uang, - Tambah investasi
Ketika nilai reksa dana melemah, investor yang sudah berpengalaman justru memutuskan untuk menambah investasi atau melakukan top up reksa dana karena valuasi yang sedang murah. - Tetap rutin berinvestasi
Meskipun return yang diperoleh sedang berada di angka minus, jangan berhenti berinvestasi secara berkala, Ketika pasar kembali naik, strategi ini mampu mendorong pertumbuhan nilai total investasi. - Cut loss
Gunakan strategi ini jika kamu “terpaksa” karena harus menggunakan dana investasi dalam waktu kurang dari sebulan. Pilihan strategi ini menempatkanmu di posisi rugi, dengan asumsi kerugian tidak akan menjadi semakin besar jika pencairan dilakukan sesegera mungkin.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
