Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah mengajukan syarat ke PT Bursa Efek Indonesia yang meminta insentif ke Kemenkeu, yaitu agar menertibkan pelaku penggoreng saham. Mungkin dari Anda, ada yang belum mengetahui apa yang dimaksud dengan saham gorengan.
|Baca juga: emas10 Cara Investasi Emas untuk Pemula, Aman, dan Menguntungkan
Dikutip dari website MNC Sekuritas, disebutkan bahwa saham gorengan adalah saham yang pergerakan harganya digerakkan secara tidak wajar oleh pihak-pihak tertentu melalui aktivitas spekulatif, manipulasi harga, atau volume transaksi yang sengaja digelembungkan.
Umumnya, saham ini berasal dari perusahaan dengan fundamental yang lemah, kapitalisasi pasar kecil, serta likuiditas rendah. Harga saham gorengan dapat naik dan turun secara signifikan dalam waktu singkat dengan pola pergerakan yang tidak wajar.
|Baca juga: Jahja Setiaatmadja Borong 802.056 Saham BCA (BBCA)
Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh investor ritel sebagai peluang untuk meraih keuntungan dalam waktu singkat. Namun, di sisi lain, saham gorengan juga berpotensi menimbulkan kerugian besar, terutama bagi investor pemula yang belum memahami risikonya dengan baik.
MotionTrade telah merangkum 3 (tiga) ciri saham gorengan, yaitu:
1. Mengalami Kenaikan dan Penurunan Harga dalam Waktu Singkat
Fluktuasi harga yang drastis dapat membuat harga saham gorengan tidak sejalan dengan kinerja keuangan Perusahaan. Harga saham dapat melonjak atau anjlok tajam dalam waktu sangat singkat yang seringkali disertai lonjakan volume transaksi yang tiba-tiba tanpa didukung sentimen atau berita yang jelas.
2. Masuk Dalam Daftar Unusual Market Activity (UMA)
Unsual market activity atau UMA adalah fenomena dimana pasar menunjukkan aktivitas pasar yang tidak biasa. Saham gorengan yang masuk dalam daftar UMA biasanya mengalami kenaikan harga saham yang ekstrem hingga batas ARA (Auto Reject Atas). Untuk meminimalisir investor terjebak saham gorengan, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara berkala mengumumkan daftar saham yang masuk dalam kategori UMA. Pada aplikasi online trading MotionTrade, Anda dapat melihat pengumuman UMA saham pada menu “Stock Announcement”.
3. Kapitalisasi Pasar Kecil dan Likuiditas Rendah
Umumnya saham gorengan berasal dari saham berkapitalisasi kecil (small cap) sehingga mudah digerakkan oleh pihak tertentu. Likuiditas yang rendah membuat harga lebih mudah dimanipulasi. Sebagai investor, penting untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah tergiur oleh pergerakan harga yang ekstrem.
|Baca juga: Bursa Saham Asia Rebound Setelah AS Menunda Serangan ke Pusat Energi Iran
Dengan mengenali ciri-ciri saham gorengan, Anda dapat mengambil keputusan investasi yang lebih rasional dan terukur. Gunakan strategi yang tepat dan pahami risiko yang ada.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
