1
1

Kepercayaan Investor Global Goyah, IHSG Terperosok Dalam

Investor sedang mengamati perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam di sesi I perdagangan Rabu, 28 Januari 2026. IHSG terpangkas dalam usai investor merespons pernyataan lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengumumkan keputusan untuk menerapkan pembekuan perubahan indeks sementara terhadap pasar modal Indonesia.

|Baca juga: 4 Saham Pilihan yang Disarankan Hari Ini saat IHSG Rawan Terkoreksi

Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG merosot 7,34 persen atau 659,01 poin ke level 8.321,22 pada pukul 11.59 WIB.

Total volume perdagangan di BEI pada pagi ini mencapai 39,46 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 27,35 triliun. Sebanyak 765 saham, atau mayoritas saham di IHSG turun, 26 saham  naik dan 12 saham stagnan.

|Baca juga: KSSK Tegaskan Kinerja Pasar Saham RI Solid di Awal 2026

Sebelumnya, MSCI mengumumkan hasil konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia pada Selasa, 27 Januari 2026. Dalam pengumuman tersebut, MSCI mencatat masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, meskipun terdapat perbaikan data free float yang disampaikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI menyebut sebagian pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai sumber data tambahan. Namun, banyak investor menilai kategorisasi pemegang saham dalam data KSEI belum cukup kuat untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi secara menyeluruh.

Isu utama yang disoroti MSCI adalah keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham serta potensi perdagangan terkoordinasi yang berisiko mengganggu pembentukan harga wajar.

Editor: Irdiya Setiawan

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bos LPS Peringatkan Faktor Kepemilikan dan Operasional Jadi Risiko Keuangan BPR dan BPRS
Next Post Jasa Raharja Tinjau Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di DIY dan Jawa Tengah

Member Login

or