1
1

Mengenal Reksa Dana Terproteksi, Lebih Menjanjikan daripada Deposito dengan Risiko Terukur

Ilustrasi Perencaan Keuangan. | Foto: Bank Mega Syariah

Media Asuransi, JAKARTA – Ada bermacam-macam tipe investor, dari yang tahan risiko hingga yang ingin mencari aman. Investor yang mencari instrumen investasi aman ini tidak tahan dengan produk yang mengikuti fluktuasi pasar dan ketidakpastian ekonomi global, mulai dari gejolak inflasi, perubahan suku bunga, hingga volatilitas harga obligasi dan saham. Investor macam ini  mencari instrumen investasi yang tidak hanya memberikan imbal hasil menarik, tetapi juga menjaga nilai pokok tetap aman.

|Baca juga: Reksa Dana Baru Avrist AM Tawarkan Imbal Hasil Menarik

Ada produk reksa dana yang menawarkan keamanan nilai pokok, seperti reksa dana pasar uang yang berisi mayoritas deposito, namun imbal hasilnya kurang menjanjikan, mengingat saat ini bunga deposito memberikan bunga hanya 2,5 persen hingga 3 persen per tahun.

Rendahnya return dari reksa dana pasar uang disebabkan saat ini suku bunga perbankan cenderung menuurun. Di sisi lain ada penguatan pasar obligasi dimana harga obligasi menanjak seiring yield obligasi yang menurun. Periode ini menjadi momentum ideal untuk mengunci potensi imbal hasil menarik melalui produk seperti Reksa Dana Terproteksi

Dikutip dari situs Samuel Aset Manajemen, berbeda dari reksa dana saham atau pasar uang yang nilainya bisa naik-turun setiap hari, Reksa Dana Terproteksi dirancang khusus untuk memberikan perlindungan terhadap pokok investasi, selama efek yang menjadi dasar investasinya, yaitu obligasi atau surat utang, tidak mengalami gagal bayar hingga jatuh tempo.

|Baca juga: Inilah Sanksi-Sanksi Administratif OJK kepada Dana Syariah Indonesia (DSI)

Produk ini menjadi jembatan antara deposito dan reksa dana konvensional yang menawarkan potensi hasil yang lebih tinggi daripada deposito, namun dengan risiko yang lebih terukur. Bagi banyak investor, RDT memberikan rasa aman dan kenyamanan berinvestasi di pasar modal tanpa harus memantau fluktuasi harian.

Setelah masa penawaran berakhir, produk tidak ditawarkan dan tidak dapat dibeli lagi.
Dana yang sudah terkumpul akan diinvestasikan ke portofolio efek pendapatan tetap hingga jatuh tempo. Investor kemudian tinggal menunggu imbal hasil dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.

Karena sifatnya yang stabil ini maka produk ini cocok untuk Investor yang mengutamakan keamanan pokok investasi, lalu juga untuk investor yang menginginkan hasil stabil dan terprediksi tanpa perlu memantau perkembangan pasar saham/obligasi setiap hari.

Selain itu, produk investasi ini bagus buat kamu yang punya sifat panik saat melihat fluktuasi pasar, namun tetap ingin imbal hasil lebih tinggi dari deposito.

Jika kamu punya tujuan keuangan jangka menengah (2–3 tahun), seperti menyiapkan biaya masuk sekolah anak, anggaran pernikahan, atau dana liburan besar, RDT juga cocok karena  nilainya bisa diprediksi akan berkembang ke angka berapa, sesuai kebutuhan dana saat tiga tahun ke depan.

Produk investasi ini juga bisa jadi opsi bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolio dengan instrumen berisiko rendah.

Editor: Irdiya Setiawan

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Inilah Sanksi-Sanksi Administratif OJK kepada Dana Syariah Indonesia (DSI)
Next Post Bank Muamalat Raih Hajj Banking Award BPKH 2025

Member Login

or