Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, bangkit dari kejatuhan selama dua hari sebelumnya. IHSG menjauh dari zona merah dan naik 97 poin atau 1,18 persen ke level 8.329 pada akhir perdagangan.
|Baca juga: IHSG Sesi I Berbalik Menguat Usai Anjlok 2 Hari
Volume perdagangan yang terjadi mencapai 57 miliar saham dan menghasilkan nilai transaksi Rp40,68 triliun. Sebanyak 551 saham naik, 194 saham turun dan 65 saham stagnan.
Langkah Otoritas Jasa Keuangan yang akan merformasi regulasi bursa saham Indonesia ditanggapi positif pelaku pasar dengan aksi beli saham pada hari ini.
|Baca juga: BCA (BBCA) akan Buyback Saham, Maksimal Rp5 Triliun
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar memilih berkantor di BEI sejak hari ini untuk memimpin perubahan sejumlah aturan bursa, terutama terkait transparansi kepemilikan saham di bawah 5 persen yang akan terkait dengan penerima manfaat akhir atau beneficial owner.
Mahendra menyebutkan pihaknya sudah berdiskusi dengan pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BP Danantara terkait masalah ini. Berkaitan dengan ini, semua mendukung penuh langkah reformasi yang akan dilakukan OJK.
|Baca juga: Profil Iman Rachman, Bos BEI yang Mengundurkan Diri Buntut IHSG Jeblok
“Karena merupakan kepentingan nasional untuk melihat bahwa Bursa Efek Indonesia memang setara dengan kondisi dan perkembangan atau standar dengan bursa mancanegara,” imbuhnya.
Dikutip dari Reuters, Andrey Wijaya, Kepala Riset RHB Indonesia, mengatakan, langkah-langkah seperti kejelasan soal free float , pengungkapan pemilik manfaat akhir ( ultimate beneficial owners ), serta ambang batas free float 15 persen, menunjukkan bahwa otoritas telah berupaya menutup celah kredibilitas tanpa mengganggu stabilitas pasar.
Selain respons positif pasar terhadap reformasi regulasi bursa, pasar juga dikejutkan dengan pengunduran diri Direktur Utama BEI, Iman Rachman sebagai bentuk tanggung jawab atas merosotnya IHSG selama dua hari beruntun yang disebabkan permintaan transparansi dari MSCI.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
