1
1

Permata Bank (BNLI) Cetak Kinerja Positif di 2025: Kredit Tembus Rp163,3 Triliun

Direktur Utama Permata Bank Meliza M Rusli (tengah); Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank Rudy Basyir Ahmad (kiri); Chief Economist Permata Bank Josua Pardede (kedua dari kanan); dan Chief of Corporate Affairs & Sustainability Katharine Grace (kanan) dalam sesi pemaparan kinerja perusahaan Permata Bank Public Expose 2026. | Foto: Permata Bank

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank mencatat pertumbuhan yang positif di sepanjang 2025 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp3,6 triliun pada akhir 2025. Hal itu terungkap saat Permata Bank menyelenggarakan public expose atau paparan publik di Jakarta.

Hasil kinerja keuangan serta pandangan terhadap prospek ekonomi dan industri perbankan ke depan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli, Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank Rudy Basyir Ahmad, dan Chief Economist Permata Bank Josua Pardede.

“Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan,” kata Rudy, dalam konferensi pers usai paparan publik Permata Bank, di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Dengan fundamental yang resilien, tambahnya, dukungan penuh dari Bangkok Bank, serta kepercayaan seluruh pemangku kepentingan, Permata Bank mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan serta kualitas aset yang tetap terjaga.

“Kami yakin dengan tetap menjaga skala dan relevansi, Permata Bank dapat terus tumbuh berkelanjutan serta menjadi bank pilihan dan utama nasabah untuk memenuhi kebutuhan finansial sehari-hari, keluarga dan bisnis mereka,” ucapnya.

|Baca juga: Ekonomi Halal Global Melesat, Industri Asuransi Syariah Didorong Ambil Peran

|Baca juga: GOTO Cetak Pendapatan Bersih Rp18,3 Triliun di 2025

Permata Bank mencatatkan kinerja positif hingga akhir 2025 dengan pertumbuhan total pendapatan sebesar 3,8 persen menjadi Rp12,6 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan yang signifikan dari pendapatan non bunga sebesar 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.

Kinerja tersebut turut mendorong pencapaian laba setelah pajak sebesar Rp3,6 triliun. Di sisi neraca, total aset meningkat 3,6 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp268,3 triliun, sementara simpanan nasabah tumbuh 3,9 persen YoY menjadi Rp192,8 triliun.

“(Kondisi itu) didukung oleh pertumbuhan CASA sebesar 20,1 persen sehingga rasio CASA meningkat menjadi 63,9 persen,” ucapnya.

Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global, lanjutnya, Permata Bank tetap menjaga kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Rasio Loan-to-Deposit (LDR) tercatat 84,5 persen, sementara rasio likuiditas Basel III berada jauh di atas batas minimum.

“Dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata 296,5 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 126,8 persen. Struktur permodalan juga sangat solid, dengan rasio CAR sebesar 34,6 persen dan CET-1 sebesar 26,6 persen, menjadikannya salah satu yang terkuat di antara bank-bank umum komersial terbesar di Indonesia,” tuturnya.

Sedangkan penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,5 persen YoY menjadi Rp163,3 triliun, dengan kontribusi utama dari segmen korporasi yang meningkat 11,2 persen YoY menjadi Rp99,6 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga stabil dengan rasio NPL Gross di level 2,1 persen dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 6,3 persen.

Permata Bank juga mempertahankan tingkat pencadangan yang konservatif dengan rasio NPL Coverage sebesar 356 persen dan LAR Coverage sebesar 118 persen, serta secara proaktif melakukan restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset untuk penyelesaian kredit bermasalah.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Harga Minyak Tembus US$100, IHSG Berakhir Melemah
Next Post Bank Jakarta Salurkan Santunan Rp1,7 Miliar untuk 8.500 Yatim dan Duafa

Member Login

or